KENDARI,KABENGGA.ID – PC IMM Kota Kendari mengutuk keras dugaan tindakan represif dan biadab oknum Satpol PP Kabupaten Konawe Selatan pada saat aksi demonstrasi Senin, 20 April 2026. Pihak satpol PP diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap massa aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Konsel. Dirman selaku Ketua Umum PC IMM Kota Kendari menilai bahwa peristiwa ini bukan sekadar insiden melainkan serangan sistematis terhadap hak konstitusional rakyat untuk menyuarakan aspirasi yang kini menorehkan luka berdarah pada kader IMM IMMawan Zaldin, demisioner Ketua Umum PC IMM Kota Kendari periode 2024-2025. Bibir Zaldin dipukul hingga berdarah, hal ini merupakan bukti nyata bagaimana oknum Satpol PP menjadikan kekerasan sebagai alat untuk membungkam suara rakyat!
Peristiwa memalukan ini terjadi saat puluhan massa dari Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sultra dan warga Desa Bangun Jaya tiba di DPRD Konawe Selatan untuk menyampaikan aspirasi berupaya pengawasan ketat terhadap PT. TIS, menggelar RDP dan pembentukan Pansus, serta transparansi kebijakan pro-rakyat. Dirman menegaskan bahwa untuk kedua kalinya DPRD Konsel mangkir total, memicu kekecewaan massa yang meluapkan protes dengan membakar ban di depan gedung. Respons oknum Satpol PP? Bukan mediasi, tapi kekacauan yang mereka ciptakan sendiri, menghalangi massa secara provokatif, menendang ban menyala hingga terlempar ke arah demonstran, dan memukuli IMMawan Zaldin tepat di bibirnya hingga darah berceceran. Tindakan ini jelas melanggar UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta KUHP pasal 351 tentang penganiayaan.

Yang lebih parah, Kasatpol PP Kabupaten Konawe Selatan dinilai gagal total sebagai pimpinan. Di bawah komandonya, oknum bawahan dibiarkan lepas kendali, melakukan provokasi dan penganiayaan tanpa pengawasan ketat. Ini bukti kegagalan tanggung jawab komando (command responsibility). Kasatpol PP Konsel tak mampu mendisiplinkan anak buahnya sehingga menjadi biang kerok represi. Kasatpol PP bukan pelindung rakyat, tapi dalang kekerasan yang menodai nama baik Satpol PP Sultra.
Dirman, Ketua Umum PC IMM Kota Kendari menuntut tindakan tegas dan segera, khususnya kepada Kasatpol PP Konsel:
- Copot Kasatpol PP Konsel dari Jabatannya karena gagal pimpin dan biarkan represi terjadi di bawah komandonya.
- Pengusutan Pidana Oknum Satpol PP, Identifikasi pelaku, jerat dengan pasal penganiayaan, dan pecat dari dinas!
Di saat aparat memilih tinju daripada telinga, rakyat Sultra bangkit dengan suara yang tak lagi bisa dibungkam. Represi oknum Satpol PP hanyalah percikan yang menyulut api perjuangan, api keadilan yang akan membakar ketidakadilan hingga habis. Kasatpol PP Konsel dan para pelaku harus mundur dan kebenaran rakyat akan berdiri tegak. Dirman berkomitmen untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas.
