Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dimulai secara bertahap pada periode Juni hingga Agustus 2026.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Sultra Nur Wiryanti Sih Antomo saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa penetapan awal musim kemarau merujuk pada jumlah curah hujan yang kurang dari 50 milimeter dalam satu dasarian (10 hari) dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim kemarau di Sultra menunjukkan variasi waktu di setiap daerah,” kata Nur Wiryanti.

Ia memaparkan, wilayah Kabupaten Bombana dan Buton Tengah diprediksi memasuki musim kemarau lebih awal yakni pada dasarian pertama Juni, yang kemudian disusul pada dasarian kedua Juni di wilayah Kolaka, Kolaka Timur, serta Wakatobi.
Memasuki dasarian ketiga Juni, wilayah yang menyusul antara lain Kota Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Konawe, Konawe Selatan, Muna, dan Muna Barat.

“Pada Juli dasarian pertama, jangkauan kemarau meluas ke Kolaka Utara. Sementara Kota Kendari, Konawe Kepulauan, dan Konawe Utara diprediksi baru memasuki awal kemarau pada dasarian kedua Juli,” ujarnya.

Sedangkan beberapa wilayah di Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, dan Konawe Utara lainnya diprakirakan baru memasuki awal musim kemarau pada dasarian pertama Agustus.

Nur mengungkapkan bahwa meski musim kemarau merupakan fenomena tahunan, karakteristiknya dapat berubah tergantung pada pengaruh dinamika iklim global seperti La Nina atau El Nino.

Berdasarkan data BMKG bersama pusat iklim dunia, terdapat peluang sekitar 50-80 persen fenomena ENSO menuju kondisi El Nino lemah hingga moderat pada periode Mei hingga Juli 2026.

“Kondisi kemarau dapat menjadi lebih kering saat terjadi El Nino atau ketika suhu laut relatif lebih dingin,” jelas Nur Wiryanti.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Sulawesi Tenggara akan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.

“Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca yang lebih kering selama periode tersebut,” tambahnya (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *