Jakarta ,Kabengga.Id. – Erupsi Gunung Anak Krakatau dan aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia menjadi perhatian masyarakat. Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi abu vulkanik, masyarakat diimbau untuk mengutamakan kesehatan, menggunakan perlindungan yang sesuai, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Founder Radisa Medika sekaligus pengusaha, Mohamad Rapiqe, mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada terhadap dampak abu vulkanik, terutama terhadap kesehatan saluran pernapasan.
Pikeboy mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk menggunakan masker ketika diperlukan, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan atau ketika kualitas udara terganggu oleh abu vulkanik.
Namun, di tengah situasi tersebut, pikeboy menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pelaku usaha dan rantai distribusi alat kesehatan agar tidak memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan praktik perdagangan yang tidak wajar.
“Jangan jadikan erupsi gunung sebagai ladang keuntungan. Masker bukan komoditas untuk dipermainkan ketika masyarakat sedang membutuhkan perlindungan,” ujar Pikeboy.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu diantisipasi dalam situasi darurat adalah terjadinya kelangkaan barang akibat distribusi yang terganggu maupun tindakan pihak tertentu yang dengan sengaja menahan stok.
Jika stok masker dikendalikan atau ditahan sementara kebutuhan masyarakat meningkat, kata Pikeboy, kondisi tersebut berpotensi menciptakan kelangkaan dan mendorong kenaikan harga yang pada akhirnya membebani masyarakat.
“Jangan sampai stok ditahan, kemudian ketika masyarakat membutuhkan dan barang menjadi langka, harga dinaikkan setinggi-tingginya. Kalau itu terjadi, masyarakat yang sedang menghadapi bencana justru menjadi pihak yang paling dirugikan,” tegasnya.
Pikeboy menilai dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi situasi darurat.
Ia mengajak produsen, distributor, pedagang, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan masker untuk memastikan distribusi berjalan secara wajar dan kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.
“Dalam kondisi seperti ini, kita seharusnya saling bahu-membahu. Kalau punya stok, pastikan bisa didistribusikan. Kalau punya kemampuan untuk membantu, mari membantu. Jangan menjadikan kepanikan masyarakat sebagai peluang untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar,” katanya.
Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang kesehatan, Pikeboy menilai akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dasar harus tetap menjadi perhatian bersama.
Baginya, keberhasilan dunia usaha bukan semata-mata diukur dari seberapa besar keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat, terutama ketika berada dalam kondisi sulit.
“Bisnis tentu harus berjalan, tetapi ada nilai kemanusiaan yang tidak boleh kita tinggalkan. Ketika masyarakat sedang membutuhkan, jangan kita tambah bebannya. Justru di saat seperti inilah kita harus menunjukkan bahwa dunia usaha juga bisa hadir dan memberikan manfaat,” ujar Pikeboy.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat di wilayah yang terdampak aktivitas vulkanik diharapkan mengikuti perkembangan dan rekomendasi dari lembaga resmi serta mematuhi arahan evakuasi apabila diberlakukan.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Lindungi diri dan keluarga, jaga kesehatan, gunakan masker bila diperlukan, dan ikuti informasi resmi. Mari kita hadapi situasi ini bersama-sama. Bencana seharusnya memperkuat solidaritas, bukan menjadi kesempatan untuk mengeksploitasi kesulitan masyarakat,” tutup Pikeboy. (C)
