Kendari ll Kabengga.id. – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tenggara segera mencopot Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala. Mereka menilai Tariala gagal total memenuhi janji dan abai terhadap aspirasi rakyat.

Ultimatum itu dilontarkan langsung Ketua BEM FKIP UHO, Ferli, yang juga bertindak sebagai jenderal lapangan aksi. Ia menuding Tariala lebih sibuk menjaga pencitraan ketimbang bekerja nyata untuk masyarakat.

“Ketua DPRD seharusnya berdiri di garda terdepan memperjuangkan aspirasi rakyat. Tapi yang kami lihat, beliau justru abai dan tidak responsif terhadap isu-isu lokal,” tegas Ferli, jumat (3/9/25)

Salah satu janji yang disorot keras adalah pembangunan Monumen Randi Yusuf yang pernah disampaikan Tariala pada aksi mahasiswa 1 September 2024. Hingga kini, janji itu hanya tinggal omong kosong tanpa kejelasan tindak lanjut.

“Janji yang tidak ditepati sama saja dengan pembohongan publik. Kami masih ingat jelas pernyataannya siap mundur jika tak mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Hari ini, kami menagih janji itu,” sindir Ferli.

Selain monumen, mahasiswa juga menuding DPRD Sultra gagal menghadapi berbagai persoalan di Bumi Anoa, mulai dari isu pertambangan, konflik agraria, hingga problem sosial. Tak ada langkah konkret yang benar-benar berpihak pada masyarakat.

Lebih jauh, KBM FKIP UHO menyoroti pengadaan empat mobil dinas DPRD senilai Rp5,5 miliar. Kebijakan itu mereka sebut mencerminkan kebutaan sosial di tengah kebutuhan dasar rakyat yang masih terbengkalai.

“Rp5,5 miliar untuk mobil dinas? Itu jelas bentuk kemewahan di atas penderitaan rakyat. Seharusnya anggaran itu dialihkan ke sektor pendidikan atau kesejahteraan masyarakat,” ujar Ferli geram.

Atas dasar itu, KBM FKIP UHO resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap La Ode Tariala. Mereka menuntut DPW NasDem segera mengambil sikap tegas sebelum citra DPRD Sultra makin runtuh.

“Ultimatum kami jelas. Jika DPW NasDem tidak segera bertindak, maka kami akan mengerahkan gerakan yang lebih besar. Sultra tidak butuh pemimpin dewan yang hanya pandai berjanji tanpa bukti nyata,” tutup Ferli.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *