Kendari – Luas panen padi di Sulawesi Tenggara pada 2026 diperkirakan mencapai 143,98 ribu hektare, mengalami penurunan sebesar 7,83 ribu hektare atau 5,16 persen dibandingkan luas panen padi di 2025 yang sebesar 151,81 ribu hektare.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 2 November 2026.
Dijelaskan, produksi padi pada 2026 diperkirakan sebanyak 646,38 ribu ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 34,44 ribu ton atau 5,06 persen dibandingkan produksi padi di 2025 yang sebanyak 680,82 ribu ton GKG.
“Produksi beras pada 2026 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan mencapai 371,20 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 19,78 ribu ton atau 5,06 persen dibandingkan produksi beras di 2025 yang sebanyak 390,98 ribu ton,” ungkapnya. (redaksi)
