Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra mengkonsolidasikan percepatan transformasi digital melalui rapat koordinasi (rakor) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) se-Sultra di Kendari, Selasa (9/6)

Rakor mengusung tema “Membangun Sinergi Bersama Mewujudkan Ekosistem Digital Daerah”

Forum ini menjadi langkah strategis untuk meretas kesenjangan akses internet yang masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai wilayah.

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sultra, Rony Yakob, mengatakan ekosistem digital saat ini bukan lagi sekadar pelengkap.
Digitalisasi telah menjadi kebutuhan dasar untuk menopang reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, hingga menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu, diperlukan pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi mulai dari infrastruktur, layanan, hingga sumber daya manusia,” ujar Rony saat membuka rakor.

Pemprov Sultra memetakan sejumlah program prioritas untuk merealisasikan hal tersebut, meliputi pemetaan dan pengentasan wilayah blankspot, penyediaan akses internet gratis di ruang publik dan sekolah, pengukuran indeks digital daerah secara berkala, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga penyelenggara telekomunikasi dan dunia usaha.

Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, membeberkan sejumlah terobosan konkret yang tengah dirancang instansinya untuk meratakan akses informasi.

Kominfo Sultra menargetkan sejumlah program andalan di antaranya penyediaan Wi-Fi plublik yang menjangkau 17 kabupaten/kota se-Sultra guna memudahkan akses informasi masyarakat sekaligus mendongkrak ekonomi pelaku UMKM.
Selain itu, mengusulkan 94 sekolah (SMA, SMK, dan SLB) yang sudah teraliri listrik namun belum memiliki akses internet untuk segera terhubung ke jaringan digital.

“Kehadiran layanan internet di ruang publik tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM,” jelas Andi.

Transformasi digital tidak akan berjalan mulus tanpa kesiapan sumber daya manusianya.

Untuk itu, Pemprov Sultra tidak main-main dalam menggodok kompetensi para aparatur sipil negara (ASN).

Langkah taktis dilakukan dengan menggandeng Balai Besar Pelatihan SDM (BBLSDM) Komdigi Makassar untuk melakukan asesmen dan pelatihan teknis digital bagi ASN di Sultra.

Peningkatan kapasitas aparatur ini diharapkan menjadi fondasi utama agar birokrasi pemerintahan menjadi lebih modern, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Rakor dihadiri para pemangku kepentingan utama, seperti Kepala BBLSDM Komdigi Makassar Baso Saleh, Kepala Wilayah Kerja VI BAKTI Komdigi Muhammad Luthfi Akib, serta perwakilan APJII Sulampua Bahtiar, bersama seluruh Kepala Dinas Kominfo dari 17 kabupaten/kota se-Sultra.

Sinergi ini diharapkan mampu membawa lompatan besar bagi konektivitas dan kemajuan daerah di Bumi Anoa. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *