Kendari – Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), H.Nur Alam, melakukan perombakan kepengurusan termasuk Rektor yang lama Prof.Dr.La Ode Andi Bahrun di ganti.
Salah seorang anggota pengurus yayasan Unsultra H.Kusnadi yang di hubungi di Kendari, Minggu, membenarkan ada perubahan struktur di kampus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua di Kota Kendari itu.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Unsultra Nur Alam resmi melantik Pengurus dan Dewan Pengawas (Dewas) Yayasan Unsultra periode 2025–2030. Pelantikan tersebut berlangsung pada Sabtu (27/12/2025) di salah satu hotel di Kendari.
Dalam momentum pelantikan itu, Nur Alam yang juga mantan Gubernur Sultra dua periode menyebutkan pengganti Rektor lama di tunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsultra Dr.Abdul Nasar.
Adapun susunan pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Unsultra yang dilantik yakni Ketua Dr. Oheo Kaimuddin Haris, Sekretaris Dr. Sahyunu, dan Bendahara Drs. H. M. Kasim Pagala.
Sementara itu, posisi anggota pengurus yayasan masing-masing dijabat oleh Dr. Sabaruddin Labamba MSi dan Drs. Kusnadi, MSi.
Nur Alam juga melantik Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Tinggi Unsultra masa bakti 2025–2030. K
Ketua Dewas dijabat oleh Dr. Saemu Alwi, dengan empat anggota yakni Dr. H. Nasir A. Baso, Dr. Syarifuddin Saffa, Prof. Dr. (HC) Muh. Ardi Hazim, dan Mahaseng Mustafa, SE.
Menurut Kusnadi, pemberhentian Prof. Andi Bahrun sebagai Rektor Unsultra dilakukan karena masa jabatannya telah melampaui batas yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan.
“Karena Rektor (Andi Bahrun) itu sudah 12 tahun, sementara ada penegasan dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional bahwa rektor yang mengabdi atau digunakan oleh Perguruan Tinggi Swasta ketentuannya paling lama lima tahun. Ini sudah 12 tahun,” ujar Kusnadi mengutip pernyataan Ketua Yayasan Nur Alam.
Ia menegaskan, pergantian pimpinan di Unsultra bertujuan untuk meluruskan tata kelola perguruan tinggi agar tidak bertentangan dengan konstitusi dan regulasi yang berlaku. (redaksi)
