KENDARI — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Kendari menggelar Dialog Publik bertajuk “Sultra Maju: Refleksi dan Aksi untuk Masa Depan Lebih Baik” di Aula Teleconference Lantai 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum reflektif menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangeruka, beserta para kepala daerah di Sultra, dengan tujuan mengevaluasi capaian, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah strategis pembangunan ke depan.
Ketua Umum PC IMM Kota Kendari, Dirman, dalam sambutannya menegaskan bahwa dialog publik ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa dalam mengawal arah pembangunan daerah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“IMM kota Kendari ingin memastikan bahwa pembangunan Sultra tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan penegakan hukum,” ujar Dirman.
Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, di antaranya AKBP Selphanus Eko WN, A.Md.Par., S.M., M.M selaku Kabag Binopsnal Ditbimnas Polda Sultra yang memaparkan perspektif penegakan hukum dan stabilitas keamanan daerah.
Selain itu, hadir pula Inspektur Tambang Sultra, Abdul Syukur, S.T, yang mengulas isu strategis sektor pertambangan, khususnya pengawasan dan tata kelola sumber daya alam agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.
Dari kalangan akademisi, pengamat ekonomi Sultra, Syamsul Anam, S.E., M.Ec.Dev, menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan dan pengurangan ketimpangan ekonomi sebagai fondasi utama Sultra Maju.
Sementara itu, Ketua Yayasan LBH Paradoks Indonesia, Lilik Asron, S.H., mengangkat isu hak asasi manusia dan keadilan sosial, serta menekankan perlunya keberpihakan negara terhadap kelompok rentan dalam setiap kebijakan publik.
IMM Kota Kendari menegaskan bahwa tujuan utama dialog ini meliputi refleksi kinerja pemerintahan selama satu tahun terakhir, identifikasi persoalan krusial seperti isu pertambangan, ketimpangan ekonomi, penegakan hukum, serta perumusan rekomendasi kebijakan yang konkret dan aplikatif.
Namun di sisi lain, IMM Kota Kendari menyayangkan sikap salah satu jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Sultra yang dinilai tidak memberikan ruang dan fasilitas bagi kegiatan organisasi kemahasiswaan, yang menurut IMM berpotensi mencederai citra pemerintahan dan Gubernur Sultra.
Atas dasar itu, IMM Kota Kendari secara terbuka meminta Gubernur Sultra untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran birokrasi yang dinilai tidak sejalan dengan semangat demokrasi dan partisipasi publik.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Sultra, Dr. Roni Y. Laute, M.Si, yang hadir mewakili Sekda Sultra dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada PC IMM Kota Kendari atas terselenggaranya dialog publik tersebut.
Dalam sambutannya, Dr. Roni menyampaikan bahwa tema dialog ini sejalan dengan visi Gubernur Sultra, yakni “Terwujudnya Sulawesi Tenggara Maju Menuju Masyarakat Aman, Sejahtera, dan Religius,” serta berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi catatan kritis bagi pemerintah daerah ke depan.
Menanggapi kritik IMM, perwakilan Sekda Sultra juga menyampaikan permohonan maaf atas sikap birokrasi yang dinilai tidak kooperatif, serta berkomitmen untuk menindaklanjuti persoalan tersebut hingga kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangeruka.
