Kendari, – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Kendari menyoroti transparansi program Beasiswa Sultra Cerdas yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang dibuka sejak Oktober 2025.
Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, Agusta Ngkurere, menyampaikan kekecewaannya terhadap tata kelola program tersebut. Pasalnya, sejak pendaftaran dibuka hingga saat ini, sekitar 1.500 mahasiswa pendaftar, baik yang berada di wilayah Sulawesi Tenggara maupun di luar daerah, belum mendapatkan kejelasan terkait pengumuman hasil seleksi.
“Beasiswa Sultra Cerdas yang diprogramkan oleh Pemprov tidak memiliki kejelasan dan transparansi. Ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam mengelola sistem pemerintahan serta buruknya tata kelola penyelenggaraan program,” tegas Agusta.
Program Beasiswa Sultra Cerdas dibagi ke dalam dua kategori, yakni beasiswa prestasi dan beasiswa umum (kurang mampu). Besaran bantuan yang ditetapkan masing-masing sebesar Rp7.500.000 untuk jenjang S1, Rp15.000.000 untuk S2, dan Rp30.000.000 untuk S3.
HMI MPO Cabang Kendari juga mempertanyakan jumlah kuota penerima beasiswa yang hingga kini belum diumumkan secara terbuka. Menurut mereka, sejak awal pembukaan pendaftaran sudah terindikasi kurangnya transparansi, terutama terkait jumlah kuota penerima di setiap kategori dan jenjang pendidikan.
“Ketidakpastian pengumuman beasiswa tersebut patut kita duga sebagai bentuk bobroknya sistem di dalamnya. Jangan sampai ada permainan dengan sengaja tidak menginformasikan siapa yang lulus agar tidak diketahui berapa jumlah penerimanya,” tandas Agusta.
HMI MPO Cabang Kendari mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait lambat/absenya pengumuman hasil seleksi, jumlah kuota, serta daftar penerima beasiswa guna memastikan asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.
