KABENGGA.ID, BOMBANA – Kapal Layar Motor (KLM) Setia Kawan GT 105 tenggelam di sekitar Perairan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Selasa (24/2). Enam awak kapal sempat hilang di tengah laut sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat sekitar 9 mil laut dari titik kejadian.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang melibatkan berbagai unsur resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. Namun, di balik kabar selamatnya enam nyawa tersebut, muncul pertanyaan serius: apa sebenarnya yang menyebabkan kapal itu bocor hingga tenggelam?
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi pada pukul 14.00 Wita dari pemilik kapal terkait penemuan seluruh awak oleh tim SAR gabungan—yang terdiri dari keluarga korban dan masyarakat Desa Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat.
“Seluruh korban ditemukan sekitar 9 nautical mile ke arah timur dari lokasi kejadian perkara dan langsung dievakuasi ke Pelabuhan Sikeli,” ujarnya.
Ditemukan Mengapung di Laut
Enam awak kapal tersebut masing-masing:
Sukri (47), nakhoda
Musrif (47), kepala kamar mesin (KKM)
Fatahuddin (53), juru mudi
Sleng (58), ABK
Kahri (49), ABK
Sirnan (45), ABK
Mereka ditemukan setelah sebelumnya dinyatakan hilang saat kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan tenggelam.
Berdasarkan kronologi, KLM Setia Kawan bertolak dari Pelabuhan Sikeli menuju Pelabuhan Paria Boepinang, Kecamatan Poleang, sekitar pukul 05.50 Wita dengan muatan tabung gas kosong. Dalam pelayaran, kapal dilaporkan mengalami kebocoran sebelum akhirnya karam di perairan Poleang Timur.
Ironisnya, kondisi cuaca saat evakuasi relatif bersahabat: hujan ringan, gelombang sekitar 0,5 meter, dan angin 9 km/jam dari arah barat. Cuaca bukan faktor ekstrem. Lalu apa penyebab kebocoran?
Investigasi Layak Didorong
Operasi SAR melibatkan Staf Ops KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Kolaka, ABK RB 307, Binda Bombana, Pos AL Bombana, Dinas Perhubungan Bombana, KUPP Pomalaa, BPBD Bombana, nelayan Sikeli, masyarakat Bambaea, serta keluarga korban.
Alat utama yang digunakan antara lain rescue truck, RB 307, longboat, peralatan medis, evakuasi, dan komunikasi keselamatan.
Meski operasi dinyatakan selesai, publik patut menanti langkah lanjutan. Tenggelamnya kapal pengangkut barang di jalur perairan aktif Bombana bukan peristiwa sepele. Apakah ada kelalaian teknis. Bagaimana kondisi kelaiklautan kapal? Apakah prosedur keselamatan telah dipenuhi sebelum berlayar.
Selamatnya enam awak kapal adalah kabar baik. Namun tenggelamnya KLM Setia Kawan harus menjadi alarm serius bagi otoritas pelayaran dan pengawasan laut di Bombana.
Sebab di laut, satu kebocoran kecil bisa berubah menjadi tragedi besar.
