Kendari – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mencatatkan langkah progresif dalam penguatan sektor pangan. Dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar XXVI yang digelar di Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026), Sultra resmi memperoleh tambahan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 10 ribu hektare.

Tambahan tersebut bukan sekadar angka. Ia menjadi akselerator nyata yang mendongkrak total luas cetak sawah di Sultra dari 14.050 hektare menjadi 24.050 hektare—lonjakan signifikan yang menegaskan arah kebijakan daerah menuju kemandirian pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, secara langsung mengumumkan ekspansi tersebut. Ia menegaskan bahwa perluasan lahan merupakan strategi krusial dalam meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat kontribusi Sultra dalam agenda besar swasembada pangan nasional.

“Sultra tambah cetak sawah lagi 10 ribu, demi mendorong swasembada selanjutnya,” tegas Amran.
Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyambut penuh optimisme dukungan pemerintah pusat. Baginya, pembangunan sektor pangan bukan sekadar program, melainkan fondasi utama dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis agromaritim di Bumi Anoa.

Dengan gaya kepemimpinan yang lugas dan reflektif, ia menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab pemimpin sebagai penentu arah kemajuan daerah.

“Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tetapi apa yang kau berikan untuk negara. Selaku pemimpin, saya memegang prinsip ‘ikan busuk mulai dari kepalanya.’ Saya harus dalam keadaan baik agar seluruh badan Sultra juga ikut baik,” ujarnya tajam.
Komitmen tersebut bukan tanpa akar. Ia tumbuh dari perjalanan hidupnya sejak kecil di Sultra, termasuk masa-masa di Pulau Wawonii yang menempa nilai pengabdian dan kedekatan dengan masyarakat.

Lebih jauh, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan pembangunan, khususnya dalam sektor pertanian yang kini menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi.

Dengan ekspansi lahan yang kian luas, Sultra tak sekadar mengejar peningkatan produksi. Daerah ini tengah memposisikan diri sebagai salah satu pilar strategis ketahanan pangan nasional—bergerak pasti, terukur, dan semakin diperhitungkan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *