KENDARI — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar Kemah Kader pada 24–25 Januari 2026 di Pantai Nambo, Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis kaderisasi IMM untuk meneguhkan kepemimpinan kader, memperkuat budaya literasi, serta menumbuhkan solidaritas kolektif dalam bingkai nilai-nilai Islam berkemajuan. Tak sekadar seremonial, Kemah Kader dirancang sebagai ruang pembinaan yang menekankan penguatan intelektual, pembentukan karakter, militansi gerakan, dan kepekaan sosial kader.
Dalam pelaksanaannya, Kemah Kader IMM FEBI UM Kendari menghadirkan dua narasumber dari Pimpinan Cabang IMM Kota Kendari, yakni Immawan Ali (Kepala Bidang Hukum dan HAM) dan Immawan Jofir (Sekretaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan/RPK).
Pada sesi pertama, Immawan Ali membawakan materi Kepemimpinan Kader IMM dengan penekanan pada pentingnya kepemimpinan berbasis ideologi, keberanian bersikap, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan hukum. Diskusi berlangsung intens dan dialogis, ditandai tanya jawab kritis antara peserta dan narasumber. Forum ini mendorong kader merefleksikan peran strategis IMM sebagai agen perubahan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Sementara itu, sesi kedua diisi oleh Immawan Jofir melalui kegiatan bedah buku. Peserta diajak mengkaji gagasan dalam buku secara kritis dan kontekstual, dengan mengaitkannya pada realitas sosial serta dinamika gerakan mahasiswa. Sesi ini menjadi ruang penguatan budaya literasi dan nalar kritis, sekaligus menegaskan posisi kader IMM sebagai intelektual yang memikul tanggung jawab moral dan sosial.
Ketua Komisariat PK IMM FEBI UMK, Immawati Nela, menegaskan bahwa Kemah Kader merupakan ikhtiar berkelanjutan untuk menjaga kualitas dan arah gerakan kaderisasi.
“Kemah Kader ini kami maknai sebagai ruang pembentukan kesadaran dan karakter kader. Harapannya, kader IMM FEBI UMK tumbuh sebagai pemimpin yang kritis, berintegritas, dan konsisten mengabdi untuk umat dan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus diperkuat sebagai fondasi lahirnya kader-kader IMM yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga tangguh secara ideologis dan responsif terhadap persoalan zaman.**
