BOMBANA — Kabupaten Bombana kian menegaskan diri sebagai daerah strategis di Sulawesi Tenggara. Usai memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Bombana, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka langsung meninjau sejumlah venue olahraga yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra 2026, Kamis (18/12/2025).
Peninjauan tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan Pemerintah Provinsi Sultra dalam memastikan kesiapan Bombana sebagai calon tuan rumah ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu. Infrastruktur, standar venue, aksesibilitas, hingga dukungan fasilitas penunjang menjadi fokus utama evaluasi tim teknis.

“Kami ingin memastikan semua venue benar-benar siap. Tim teknis sedang melakukan penilaian mendalam. Harapannya, tidak ada perubahan dan Bombana bisa ditetapkan secara resmi sebagai tuan rumah Porprov 2026,” tegas Andi Sumangerukka.
Momentum HUT ke-22 Bombana tak hanya menjadi seremoni, tetapi juga panggung komitmen konkret Pemprov Sultra dalam mempercepat pembangunan daerah. Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, Gubernur menyerahkan sejumlah bantuan strategis lintas sektor yang langsung menyentuh kebutuhan publik.
Di sektor kesehatan dan kebencanaan, Pemprov Sultra menyalurkan ambulans serta kendaraan operasional tanggap darurat untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebagai bagian dari penguatan layanan dasar dan kesiapsiagaan bencana.
Sementara itu, sektor perikanan mendapat suntikan dukungan berupa perahu fiber, mesin perahu, pokat, karamba jaring apung, bibit ikan, hingga sarana produksi lainnya. Bantuan ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir Bombana.
Tak kalah penting, sektor pertanian juga mendapat perhatian khusus. Gubernur menegaskan posisi Bombana sebagai salah satu lumbung pangan strategis Sultra. Sejumlah alat dan sarana pertanian disalurkan guna meningkatkan hasil produksi serta kualitas pertanian masyarakat.
Di bidang perumahan, Pemprov Sultra memastikan sebanyak 14 unit rumah tidak layak huni di Bombana masuk dalam program bedah rumah. Program ini menjadi wujud nyata intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga berpenghasilan rendah.
Menutup rangkaian kegiatan, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan harapan agar Bombana terus melaju sebagai daerah yang tumbuh inklusif dan berdaya saing. Dengan potensi sumber daya alam dan manusianya, Bombana diharapkan mampu menjadi contoh pembangunan daerah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan meninggalkan kesan positif bagi setiap pengunjung.(redaksi).
