KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) serta analisis dan prakiraan curah hujan dasarian dalam pembaruan Minggu, 30 November 2025.

Informasi tersebut disampaikan Forecaster on Duty BMKG Staklim Sultra, Rizki Matori, S.Tr.Klim, kepada,awak media Minggu (30/11).

Dalam laporannya, BMKG memaparkan empat poin utama terkait kondisi cuaca terkini dan prakiraan untuk wilayah Sulawesi Tenggara.

Pertama, hasil monitoring HTH menunjukkan sebagian besar wilayah Sultra berada pada kategori Sangat Pendek (1–5 hari) tanpa hujan.
Sementara itu, kategori Menengah (11–20 hari) tercatat di Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe.
Adapun kategori Pendek (6–10 hari) terpantau di Kecamatan Kapontori (Buton), Toari (Kolaka), Sampara dan Uepai (Konawe), serta Ranomeeto dan Angata (Konawe Selatan). Beberapa wilayah lainnya masih mengalami hujan hingga pembaruan terakhir.

Kedua, analisis curah hujan dasarian akhir November 2025 menunjukkan sebagian besar wilayah Sultra berada pada kategori Rendah (0–50 mm/dasarian).
Namun, curah hujan Menengah (51–150 mm/dasarian) teridentifikasi di sebagian wilayah Konawe, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Bombana, Buton, Buton Tengah (Buteng), Buton Selatan (Busel), Muna, dan Kota Baubau.
Bahkan, beberapa wilayah di Konut mencatat curah hujan kategori Tinggi (151–300 mm/dasarian).

Ketiga, memasuki awal Desember 2025, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Sultra berpotensi mengalami curah hujan kategori Menengah (51–150 mm/dasarian).
Sementara itu, sebagian wilayah Kolaka Utara (Kolut), sebagian kecil Kolaka, serta Koltim diprediksi mengalami curah hujan kategori Rendah (≤ 50 mm/dasarian).

Keempat, secara umum periode awal Desember 2025 hingga awal Januari 2026 diperkirakan masih akan didominasi curah hujan kategori Rendah hingga Menengah.
BMKG memprediksi adanya peningkatan intensitas hujan pada pertengahan Desember sebelum kembali menurun menjelang akhir tahun.

BMKG mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara tetap waspada terhadap potensi dampak dinamika cuaca, terutama menjelang pergantian tahun ketika kondisi atmosfer cenderung berubah cepat**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *