Kendari – Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan El Nino masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat sehingga musim kemarau belum sepenuhnya berakhir di banyak wilayah Indonesia.
Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 16 hingga 22 Oktober 2026 yang dirilis Kamis, 15 Oktober 2026, BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencapai +3,33 derajat Celsius dan indeks ENSO tiga bulanan sebesar +3,08.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IIA maritim Kendari, Heri Purnomo menjelaskan, kondisi tersebut diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif dengan indeks dasarian +0,703. Kombinasi keduanya cenderung mengurangi potensi pembentukan awan hujan di Indonesia. Berdasarkan data BMKG, sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) masih mengalami musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, sedangkan sekitar 8 persen telah memasuki musim hujan.
“Kondisi kering ini turut meningkatkan kerentanan karhutla. Hasil pemantauan BMKG pada 14 Oktober 2026 mengidentifikasi 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, terbanyak di Sumatera (505 titik) dan Kalimantan (346 titik), sedangkan Sulawesi tercatat 66 titik. Citra satelit Himawari pada 15 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB juga memperlihatkan sebaran asap di sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ungkapnya.
Dampak asap terasa hingga Sulawesi Tenggara. Dikutip dari Disway.id yang merujuk prakiraan BMKG, Kota Kendari berpotensi mengalami asap atau kabut pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Dampak Musim Kemarau
Selain itu, BMKG mencatat suhu udara maksimum di atas 37 derajat Celsius pada 12 hingga 13 Oktober 2026 di sejumlah daerah, antara lain Lampung 38,2 derajat Celsius serta Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing 37,8 derajat Celsius. Hal ini dipengaruhi posisi semu Matahari yang berada di selatan ekuator dan minimnya tutupan awan.
Masyarakat diimbau menggunakan tabir surya, menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghemat air. BMKG juga meminta warga tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api. Meski kemarau masih dominan, hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpeluang terjadi di sejumlah wilayah (redaksi)
