KENDARI,KABENGGA.ID. – Insiden yang terjadi di lingkungan Kantor Satpol PP Provinsi Sulawesi Tenggara pada Kamis 13/8/2026 lalu masih menjadi sorotan publik. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan adanya adu argumen antara Kasatpol PP Sultra, Hamim Imbu, dengan salah satu anggotanya, Akbar.
Menanggapi hal tersebut, Arpeka Sultra hadir memberikan pandangan sebagai organisasi kepemudaan yang senantiasa menyikapi terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Sulawesi Tenggara.
Azman, Perwakilan Arpeka Sultra menegaskan bahwa pihaknya memahami keresahan masyarakat. Namun ia mengajak publik untuk melihat persoalan ini secara utuh, tidak hanya dari potongan video yang viral.
“Kami mendukung penuh langkah Pak Hamim Imbu sebagai Kasatpol PP Sultra yang mengambil sikap tegas dalam rangka menjaga disiplin, marwah, dan wibawa institusi. Seorang pimpinan punya beban moral dan tanggung jawab besar untuk memastikan organisasi berjalan sesuai koridor aturan,” ujar Azman, Sabtu 15/8/2026.
Teguran Adalah Bagian dari Pembinaan
Azman menilai, dalam tubuh birokrasi khususnya Satpol PP, kedisiplinan adalah hal mutlak. Satpol PP merupakan garda terdepan penegakan Peraturan Daerah dan penjaga ketertiban umum. Jika internalnya tidak solid, maka kredibilitas di mata masyarakat juga akan goyah.
“Bayangkan, bagaimana Satpol PP bisa menertibkan masyarakat jika di internalnya sendiri tidak ada ketegasan terhadap pelanggaran disiplin? Karena itu kami melihat langkah Pak Hamim adalah bentuk tanggung jawab, bukan bentuk arogansi,” jelas Azman.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan Hamim Imbu yang mau memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik. Menurut Azman, itu adalah bentuk transparansi agar masyarakat tidak hanya menilai dari satu sisi.
“Kita apresiasi Pak Hamim yang berani menjelaskan duduk persoalannya. Publik berhak tahu konteksnya. Jangan sampai narasi yang berkembang hanya menyalahkan pimpinan, padahal pembinaan di internal memang perlu ketegasan,” lanjutnya.
2 Rekomendasi Arpeka Sultra
Sebagai bentuk kepedulian, Arpeka Sultra mendorong beberapa langkah strategis ke depan agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik tetap terjaga:
1. Penguatan Komunikasi dan Soliditas Internal
Perlu dibangun ruang dialog yang lebih intens antara pimpinan dan anggota. Miskomunikasi kecil jangan sampai menumpuk dan meledak menjadi konflik terbuka.
2. Pelatihan Etika dan Manajemen Emosi
Di era media sosial, setiap perilaku anggota di ruang publik adalah sorotan. Perlu ada pembekalan rutin agar seluruh personel mampu mengelola emosi dan menyelesaikan perbedaan pendapat melalui jalur formal.
“Ketegasan tidak sama dengan anti kritik. Justru ketegasan lahir dari kepedulian. Kami yakin Pak Hamim melakukan ini demi kebaikan bersama dan agar Satpol PP tetap disegani sebagai lembaga penegak Perda,” tegas Azman.
Ajakan ke Publik Kendari
Di akhir pernyataannya, Azman mengimbau masyarakat Kota Kendari dan Sultra secara umum agar tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan generalisir terhadap seluruh anggota Satpol PP.
“Masih banyak anggota Satpol PP yang setiap hari bekerja di lapangan, panas-panasan, mengamankan kegiatan masyarakat. Jangan karena satu peristiwa, kita melupakan pengabdian mereka. Mari kita kawal bersama agar Satpol PP Sultra semakin profesional dan humanis,” tutupnya.(redaksi).
