Kendari – Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) Hasan Seger, S.Pd, M.Pd mengatakan pasca dirinya diberi amanah oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menakhodai SMAN 3 Konsel yang merupakan sekolah unggulan dirinya langsung melakukan terobosan baru dengan progran unggulan yang disebut program kelas digital berbasis sains, teknologi, enginering dan matematika (STEM).
Hal tersebut dikatakan Hasan Seger kepada wartawan, Rabu (4/11).
Program tersebut merupakan hasil study belajar di SMAN 4 Kendari, SMAN 1 Kendari dan di Ummusshabri Kendari
Dari kunjungan tersebut diperoleh berbagai informasi baru terkait peningkatan kualitas siswa kemudian dilakukan pertemuan dengan dewan guru dan dihasilnya disepakati program unggulan berbasis digital yang disebut STEM.
“Program STEM ini terbilang program terbaru di Sultra, memang ada program unggul berbasis STEM tapi hanya STEM saja, kalau kami memadukan atau mengkolaborasikan keunggulan di ummusabri yaitu digitalnya kemudian dikolaborasi dengan STEM,” jelasnya.
Diharapkan dengan program tersebut sekolah bisa mempersiapkan SDM yang mampu bersaing di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) ternama di Indonesia.
“Selama ini siswa kami hanya lanjut pada perguruan tinggi lokal seperti di UHO, mudah – mudahan kedepan siswa kami bisa lanjut ke UI, UGM dan Unhas,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan dalam program kelas digital berbasis STEM siswa selain tetap mempelajari kurikulum nasional siswa juga belajar kemampuan menggunakan information teknologi (IT).
“Jadi disitu ada materi tambahan seperti intelegencia artificial (IA), pembuatan aplikasi program, koding dan pembuatan game online.
“Selama ini image di masyarakat bahwa lulusan SMA banyak yang menganggur karena tidak memiliki skill jika dibandingkan sekolah kejuruan yang lulusanya siap pakai karena mereka memiliki jurusan teknik mesin, teknik listrik, teknik bangunan tata boga SMA itu masih umum, maka program kelas digital berbasis STEM diharapkan lulusan SMAN 3 Konsel memiliki skill dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Hasan.
Menurutnya dunia kerja tentu membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi menguasai digital.
Sebagai contoh ketika lulusan SMA mau bekerja di Indomaret akan ditanya apakah menguasai IT.
Oleh karena itu SMAN 3 Konsel menyiapkan program IT, koding, dan AI guna menghasilkan generasi unggul, berprestasi, berahlak mulia dan maju.
Lebih lanjut kepala sekolah pilihan gubernur Andi Sumangerukka ini menjelaskan untuk mendukung program STEM pihaknya akan melaksanakan pelatihan tentang pembelajaran STEM yang pendanaanya dari dana BOS.
Selain itu pihaknya akan mengundang tenaga yang paham di bidang IA dan koding pada semester depan.
Terkait sarana pendukung diakui Hasan masih ada kendala seperti keterbatasan komputer. Saat ini hanya ada 12 unit komputer yang siap pakai padahal idealnya minimal 100 unit jika dibandingkan siswa SMAN 3 Konsel yang jumlahnya hampir 700 orang.
Untuk menyiasati kondisi tersebut pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa kalau kelas digital hanya dibuka dua perkelas diisi kelas X digital A dan kelas X digital B sebagai uji coba.
Dimana setiap kelas hanya 25 siswa pada umumnya 35 tapi gubernur memberikan petunjuk cukup 25 siswa saja.
Ke – 50 siswa yang masuk di kelas digital berbasis STEM merupakan siswa hasil penyaringan dari sekitar 200 lebih siswa dari kelas X.
Saat ini SMAN 3 Konsel sedang melakukan, pengecetan, pembersihan dan penataan lingkungan sekolah agar bersih, indah dan asri untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung proses belajar mengajar (PBM) yang progresnya telah mencapai 80 persen. (redaksi)
