Kendari – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memperkenalkan program unggulan Teacher in a Box yang memuat 15 ribu koleksi buku serta layanan mobil perpustakaan keliling “Gema Mobasa” pada Festival Literasi Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026 di Kendari.
Bunda Literasi Kota Kendari Shintya Anawula Sudirman saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa program Gerakan Gemar Membaca Berbasis Inklusi Sosial (Gema Mobasa) memanfaatkan mobil perpustakaan keliling untuk mendekatkan akses bacaan ke lingkungan sekolah.
“Melalui Gema Mobasa, kami mendekatkan layanan bacaan langsung kepada siswa di sekolah agar kebiasaan membaca terbentuk sejak dini tanpa mereka harus datang ke perpustakaan pusat,” kata Shintya.
Hal itu disampaikan saat mendampingi kunjungan Bunda Literasi Sultra Arinta Andi Sumangerukka di stan Pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Kota Kendari.
Dia menyebutkan bahwa selain armada perpustakaan keliling, Kota Kendari juga memamerkan program Teacher in a Box yang menyediakan 15 ribu koleksi buku digital dan fisik guna memperluas akses pengetahuan yang merata serta inklusif bagi warga.
Sementara itu, Bunda Literasi Sultra Arinta Andi Sumangerukka menyambut positif inovasi literasi yang dihadirkan Kota Kendari. Menurutnya, pemahaman literasi di era digital harus mencakup kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
“Literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan secara tepat. Peran keluarga sangat penting, salah satunya dengan membiasakan membaca bersama anak 10 hingga 14 menit setiap hari,” ujarnya.
Festival Literasi Sulawesi Tenggara 2026 diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra pada 3–5 November 2026 dengan mengusung tema “
Literasi Kuat, Sultra Berkarya, Sejahtera Bersama”. Ajang ini diikuti perwakilan dari pelbagai daerah, di antaranya Kabupaten Buton, Kolaka Utara, Muna, Konawe Selatan, dan Kota Kendari. (redaksi)
