Kendari – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara mematangkan kesiapan personel menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026.

Seluruh anggota diingatkan untuk meningkatkan disiplin, menegakkan aturan secara konsisten, serta mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., saat memimpin Apel Fungsi di Kantor Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sultra, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan itu diikuti Wadirlantas Polda Sultra AKBP Arif Irawan, S.H., S.I.K., M.H., para pejabat utama, perwira, bintara, ASN, serta Pegawai Harian Lepas (PHL) di lingkungan Ditlantas Polda Sultra.

Dalam arahannya, Argowiyono menegaskan bahwa Operasi Patuh Anoa 2026 bukan semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran. Operasi ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Laksanakan tugas dengan tegas, tetapi tetap santun dan humanis. Ingat, kita tidak sedang berhadapan dengan musuh, melainkan dengan masyarakat yang membutuhkan bimbingan. Jadikan operasi ini sebagai sarana membangun kedekatan, bukan menjauhkan diri dari masyarakat,” tegas Argowiyono.

Ia meminta seluruh personel menerapkan semangat program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yakni “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan prinsip hadir, berbuat, dan bermanfaat.

Selain mempersiapkan operasi, Dirlantas mengevaluasi pelaksanaan pengaturan lalu lintas pagi atau gatur pagi. Personel diminta memahami karakteristik lokasi penugasan, mengenali potensi kerawanan, dan mengambil langkah yang tepat agar kehadiran polisi benar-benar membantu kelancaran arus lalu lintas serta melindungi pengguna jalan.

Anggota juga diingatkan untuk menggunakan perlengkapan sesuai kebutuhan, seperti peluit dan rompi saat bertugas mengatur lalu lintas serta senter pada malam hari. Pelanggaran yang ditemukan secara langsung, termasuk pengendara yang tidak menggunakan helm, harus ditindak sesuai ketentuan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesiapan petugas, apel pagi dijadwalkan mulai pukul 05.45 WITA. Seluruh personel diharapkan sudah menempati titik penugasan masing-masing pada pukul 06.00 WITA, termasuk di sekolah-sekolah yang melaksanakan kegiatan POLIDIK.

Argowiyono juga meminta jajarannya memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara proporsional. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tidak menghambat kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

Operasi Patuh Anoa 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 26 Oktober 2026, hingga 8 November 2026. Dalam pelaksanaannya, terdapat 10 jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan.

Sepuluh pelanggaran tersebut meliputi penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan sabuk keselamatan atau helm berstandar SNI, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.

Argowiyono menegaskan bahwa seluruh personel harus memahami sasaran operasi agar pelaksanaannya berjalan terarah, profesional, dan sesuai aturan.

Ia juga meminta jajarannya mendukung program Quick Wins Kapolri, khususnya melalui pelayanan publik yang aman, profesional, dan transparan. Pelayanan surat izin mengemudi (SIM) serta penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai prosedur, tanpa mempersulit masyarakat dan tanpa penyimpangan.

Dalam kesempatan itu, Dirlantas turut menekankan pentingnya menindaklanjuti masukan masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan Jumat Keliling dan Subuh Keliling. Setiap keluhan harus menjadi bahan evaluasi dan diikuti langkah konkret.

Sejumlah perhatian yang disoroti antara lain aktivitas kelompok pemuda pada malam hingga dini hari yang disertai penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar SMA Negeri 2 Kendari pada pagi hari.

Menurut Argowiyono, kualitas pelayanan kepolisian harus terlihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari rasa aman, kemudahan menyampaikan laporan, kecepatan pertolongan, kepastian hukum, hingga perlindungan terhadap korban.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar mematuhi ketentuan penggunaan pakaian dinas, menjaga kerapian dan kelengkapan atribut, serta meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

Para perwira turut diminta meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi anggota. Komunikasi yang terbuka serta pendampingan atau konseling jika diperlukan dinilai penting untuk mendukung pengendalian diri dan profesionalisme personel.

Menutup arahannya, Argowiyono menegaskan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

Sejalan dengan tagline Kapolda Sultra, “Jaga Bumi Anoa”, seluruh personel Ditlantas Polda Sultra diharapkan terus menjaga keselamatan masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, serta merawat kepercayaan publik terhadap Polri.

Melalui persiapan tersebut, Ditlantas Polda Sultra berkomitmen meningkatkan disiplin dan profesionalisme personel dalam pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026. Operasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan berlalu lintas, menekan risiko kecelakaan, dan memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.

“Kehadiran kita di jalan raya harus dirasakan bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai perlindungan dan pelayanan. Mari kita buktikan bahwa polisi hadir, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnys. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *