Kendari – RT 24 Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar lomba hafalan Pancasila dan Teks Proklamasi untuk menanamkan cinta tanah air kepada masyarakat di era digital dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Lurah Kambu Harisman saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa lomba edukatif berkonsep wawasan kebangsaan tersebut merupakan aksi nyata yang sangat penting untuk menjaga memori serta pemahaman nilai-nilai dasar negara di tengah gempuran arus era digital.

“Di era digital saat ini, penting sekali mengingatkan anak-anak kita agar tidak lupa akan Pancasila, teks Proklamasi, dan Undang-Undang Dasar 1945. Di wilayah Kelurahan Kambu, baru RT 24 yang menginisiasi lomba dengan fokus materi seperti ini,” kata Harisman.

Ia menyebut, berkat nilai positif yang dihasilkan, pihak kelurahan berencana merekomendasikan konsep perlombaan serupa untuk diterapkan secara lebih luas pada peringatan Hari Kemerdekaan RI di tahun-tahun mendatang.

Di tempat yang sama, Danramil Poasia Kapten Inf Taslim menanggapi positif tingginya antusiasme warga dan partisipasi anak-anak dalam perayaan kemerdekaan tersebut. Menurutnya, pendekatan ini sangat efektif sebagai sarana pendidikan karakter dan nilai teritorial.

“Harapan kami sebagai aparat teritorial, anak-anak dapat tumbuh lebih cerdas, memahami, serta menanamkan dalam diri mereka bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah pondasi utama dasar negara kita,” ujar Taslim.

Sementara itu, Koordinator Acara Lomba RT 24 Kelurahan Kambu Dr. La ODe Taalami menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi atas kolaborasi warga bersama elemen pemuda serta lembaga pendidikan, guna menghadirkan esensi perayaan kemerdekaan yang bermakna.

Ia menyebutkan, sebanyak 26 peserta terdaftar mengikuti kegiatan tersebut.

Meski diselenggarakan oleh warga RT 24, ajang ini juga dibuka secara inklusif bagi anak-anak dan remaja dari wilayah sekitar di Kecamatan Kambu.

“Tujuan utamanya adalah menanamkan semangat kebangsaan sejak dini. Kami ingin anak-anak, remaja, hingga warga masyarakat tidak hanya sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami sila-sila Pancasila dan makna Proklamasi Kemerdekaan,” ucap Taalami.

Diketahui, lomba pembacaan Pancasila dan teks Proklamasi tersebut diikuti oleh sebanyak 26 peserta dengan tiga kategori, antara lain kategori anak, remaja, hingga ibu-ibu (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *