KABENGGA.ID – Timnas Jerman harus mengakhiri langkahnya di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Paraguay melalui drama adu penalti. Di balik kekalahan tersebut, kiper senior Manuel Neuer juga mencatat rekor yang tidak diinginkan dalam kariernya di ajang Piala Dunia.

Laga yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal dan babak tambahan. Paraguay kemudian memastikan tiket ke babak berikutnya setelah menang 4-3 dalam adu penalti.

Gol Julio Enciso ke gawang Jerman membuat Neuer kembali gagal mencatatkan clean sheet. Catatan itu menjadikan kiper berusia 40 tahun tersebut telah kebobolan dalam 10 pertandingan Piala Dunia secara beruntun, menyamai rekor milik legenda Meksiko, Antonio “La Tota” Carbajal.

Rekor tersebut bermula setelah Neuer terakhir kali mencatatkan clean sheet saat Jerman mengalahkan Prancis pada perempat final Piala Dunia 2014. Sejak Piala Dunia 2018, 2022, hingga edisi 2026, gawang Neuer selalu kebobolan setidaknya satu gol di setiap pertandingan yang dijalaninya.

Dengan torehan itu, Neuer juga melampaui sejumlah nama besar penjaga gawang dunia seperti Jorge Campos, Thomas Ravelli, Jean-Marie Pfaff, dan Gyula Grosics dalam daftar kebobolan beruntun di putaran final Piala Dunia.

Di tengah catatan negatif tersebut, Neuer tetap mengukir sejarah lain bersama Timnas Jerman. Pertandingan melawan Paraguay menjadi penampilannya yang ke-23 di putaran final Piala Dunia, menjadikannya pemain Jerman dengan jumlah penampilan terbanyak di ajang tersebut.

Neuer melewati rekor yang sebelumnya dipegang bersama oleh Lothar Matthaus dan Miroslav Klose, yang masing-masing mencatatkan 22 penampilan di putaran final Piala Dunia.

Sementara itu, kekalahan dari Paraguay juga menciptakan sejarah pahit bagi Die Mannschaft. Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Jerman kalah dalam babak adu penalti.

Sebelumnya, Jerman selalu keluar sebagai pemenang dalam empat adu penalti yang mereka jalani di turnamen tersebut. Secara keseluruhan, kekalahan dari Paraguay menjadi kegagalan adu penalti kedua Jerman di turnamen besar setelah kalah 3-5 dari Cekoslowakia pada final Piala Eropa 1976.

Hasil ini sekaligus mengakhiri kiprah Jerman di Piala Dunia 2026 serta menjadi evaluasi besar bagi Die Mannschaft, terutama dalam memperbaiki lini pertahanan yang kembali menjadi sorotan sepanjang turnamen.**.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *