Kendari – Gerakan Aktivis Pemuda Sulawesi Tenggara (GAPS) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dengan membawa tuntutan agar Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara segera mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) serta memanggil pihak pengelola SPBU Bundaran Tank dan salah satu penyidik Polresta Kendari terkait dugaan penyelundupan BBM non-subsidi jenis Pertamax ke dalam jerigen.

GAPS menilai praktik tersebut tidak hanya diduga melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga berpotensi menimbulkan ledakan akibat penggunaan jerigen plastik dalam pengisian BBM. Kondisi ini dinilai mengancam keselamatan masyarakat, khususnya warga yang sedang mengantre pengisian bahan bakar di SPBU Bundaran Tank, Kota Kendari.

Ketua GAPS, Muhammad Ilham, dalam orasinya menegaskan bahwa DPRD Sulawesi Tenggara harus segera mengambil langkah konkret melalui pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat.

“Kami meminta kepada Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara agar segera menggelar RDP dan memanggil seluruh pihak yang terlibat. Praktik seperti ini apabila tidak segera diatensi akan mengancam keselamatan banyak orang. Jangan tunggu meledak baru bertindak!” tegas Ilham.

Aspirasi GAPS diterima langsung oleh Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam penyampaiannya, ia menyatakan bahwa Komisi III akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan memanggil pihak SPBU Bundaran Tank serta pihak penyidik yang berkaitan dengan persoalan tersebut untuk dimintai klarifikasi.

“Kami akan memanggil pihak SPBU Bundaran Tank dan pihak penyidik yang terlibat dalam persoalan ini untuk meminta klarifikasi. Kami usahakan dalam waktu dekat, minggu ini, Rapat Dengar Pendapat dapat segera diagendakan bersama teman-teman GAPS,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Komisi III menegaskan bahwa persoalan tersebut memang harus segera ditindaklanjuti karena menyangkut keselamatan masyarakat.

“Masalah ini harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai terjadi korban akibat dugaan kelalaian dalam proses pengisian BBM di SPBU Bundaran Tank. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

GAPS menyatakan akan terus mengawal komitmen DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara hingga Rapat Dengar Pendapat benar-benar terlaksana dan menghasilkan langkah nyata untuk mengungkap fakta serta memastikan adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait demi mencegah terulangnya peristiwa serupa dan menjamin keselamatan masyarakat Kota Kendari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *