Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memberikan makanan tambahan dan vitamin ke rumah-rumah balita di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) guna menekan angka stunting di daerah tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan di Kendari, Rabu, mengatakan stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya yang pada akhirnya akan memengaruhi produktivitas dan daya saing generasi mendatang. Karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas yang harus dituntaskan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” katanya saat acara Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026.
Dia menjelaskan penilaian kinerja dilakukan tahun ini menjadi kesempatan penting mengevaluasi efektivitas berbagai program yang telah dijalankan sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan agar intervensi yang dilakukan ke depan lebih tepat sasaran.
“Keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, penyediaan air bersih, ketahanan pangan hingga pola pengasuhan anak dalam keluarga,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Hasria Mahmud mengungkapkan tantangan terbesar saat ini bukan hanya menangani anak stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru.
Temukan lebih banyak
Kesehatan
Vitamin & Suplemen
Panduan Kota & Daerah
Makanan
makanan
Dia menyebut saat ini terdapat lebih dari 400 anak stunting menjadi sasaran intervensi langsung Dinas Kesehatan. Namun, terdapat sekitar 12 ribu anak berpotensi stunting yang harus segera dipetakan secara akurat.
“Kami butuh data dasar dari RT dan kelurahan. Kalau yang sudah stunting, kami bisa intervensi dengan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan vitamin. Tetapi yang lebih penting adalah mendeteksi anak-anak yang berisiko agar tidak masuk kategori stunting,” ucap dia.
Saat ini, Pemkot Kendari sedang mengumpulkan data sekitar 30 ribu anak tersebar di seluruh wilayah itu. Data tersebut menjadi dasar pelaksanaan intervensi serentak yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang.
“Data ini sangat penting. Sebelum 1 Juli seluruh data harus sudah masuk. Dari data itu kita akan melihat siapa yang rutin datang ke posyandu dan siapa yang belum. Di situlah kita bisa mendeteksi calon-calon stunting untuk segera dicegah,” katanya.
Ia menjelaskan intervensi terhadap stunting dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, vitamin A, edukasi kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita (redaksi)
