BUTON, KABENGGA.ID. – Misteri hilangnya seorang nelayan di perairan Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, memicu kecemasan keluarga dan warga setempat. Insan (30), nelayan asal Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, dilaporkan menghilang setelah diduga terjatuh dari perahu saat memancing seorang diri di laut.

Yang membuat kasus ini semakin mengundang tanda tanya, perahu yang digunakan korban ditemukan dalam kondisi terdampar di pesisir Desa Koepisino (Tanah Merah), Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara, bersama telepon genggam miliknya. Namun, keberadaan Insan hingga kini masih menjadi misteri.

Informasi hilangnya korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari dari Kepala Desa Lasalimu Pantai, Hanudin, pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 09.58 Wita.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban berangkat melaut seorang diri pada Sabtu dini hari (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 Wita untuk memancing di perairan Lasalimu. Namun hingga keesokan harinya, ia tak kunjung kembali ke rumah.

Kekhawatiran keluarga berubah menjadi kepanikan setelah perahu yang digunakan korban ditemukan hanyut dan terdampar di wilayah pesisir Buton Utara. Lebih mengejutkan lagi, telepon genggam milik korban masih berada di dalam perahu, sementara pemiliknya tidak ditemukan di sekitar lokasi.

“Pencarian awal telah dilakukan oleh masyarakat setempat, namun korban belum ditemukan,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S.

Temuan perahu tanpa pemilik tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa korban mengalami insiden di tengah laut. Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah korban terjatuh akibat cuaca, gelombang, kondisi perahu, atau faktor lainnya.

Menyikapi laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 10.22 Wita menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Operasi pencarian difokuskan di sekitar area perairan Lasalimu dan jalur hanyut yang diduga dilalui perahu korban.

Jarak lokasi kejadian yang mencapai sekitar 22 mil laut dari Pos SAR Wakatobi menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian. Tim SAR bersama masyarakat dan unsur terkait kini berpacu dengan waktu untuk menemukan korban.

Hingga Minggu siang, proses penyisiran masih berlangsung dan belum membuahkan hasil. Keluarga korban yang menunggu kabar di daratan hanya bisa berharap Insan segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Kasus ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional yang melaut seorang diri di perairan terbuka, terutama saat minim alat keselamatan dan sistem komunikasi darurat.

Sementara itu, pihak SAR mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir yang beraktivitas di sekitar perairan Lasalimu hingga Buton Utara agar segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban. Operasi pencarian masih terus dilakukan hingga ada perkembangan lebih lanjut.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *