KENDARI, KABENGGA.ID. – Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari menerima sebanyak 418 aduan masyarakat sepanjang Mei 2026. Gangguan pasokan listrik dan banjir tercatat sebagai dua persoalan yang paling banyak dilaporkan warga, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan respons cepat pemerintah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan laporan yang masuk berasal dari berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan segera, mulai dari gangguan jaringan listrik, banjir, kerusakan lampu penerangan jalan umum (PJU), pohon tumbang, hingga permintaan bantuan sosial.
“Berdasarkan instansi penerima laporan, BPBD menerima aduan terbanyak yakni 73 laporan, disusul PLN sebanyak 64 laporan, Damkar 45 laporan, Dinas Perhubungan 39 laporan, dan Dinas Sosial 38 laporan,” kata Sahuriyanto, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, gangguan pasokan maupun jaringan listrik PLN menjadi jenis laporan yang paling dominan dengan total 113 aduan. Selain itu, laporan terkait banjir di kawasan permukiman, pemasangan dan perbaikan lampu jalan, penanganan pohon tumbang, tawuran, hingga bantuan sosial juga mendominasi pengaduan masyarakat selama periode tersebut.
Dari sisi kinerja penanganan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan capaian yang cukup baik. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satpol PP berhasil menyelesaikan seluruh laporan yang diterima atau mencapai tingkat penyelesaian 100 persen. Dinas Sosial juga mencatat tingkat penyelesaian tinggi dengan menuntaskan 37 dari 38 laporan yang masuk.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil menyelesaikan 45 dari total 73 laporan yang diterima sepanjang Mei 2026.
Namun, masih terdapat sejumlah instansi yang memiliki pekerjaan rumah dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) baru menyelesaikan enam dari 30 laporan yang diterima. Dinas Perhubungan tercatat hanya menuntaskan satu dari 39 laporan, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih memiliki 26 laporan yang belum terselesaikan hingga akhir bulan.
Selain menerima laporan pengaduan, layanan Call Center 112 juga mencatat total 3.971 panggilan selama Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.068 panggilan atau sekitar 77 persen tergolong valid dan dapat ditindaklanjuti. Adapun 903 panggilan lainnya merupakan panggilan tidak valid, termasuk panggilan iseng maupun salah sambung.
Menurut Sahuriyanto, tingginya jumlah panggilan valid menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan 112 sebagai sarana pelaporan cepat dalam berbagai kondisi darurat dan kebutuhan pelayanan publik.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat.
“Layanan ini diperuntukkan bagi kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan cepat. Karena itu, kami berharap masyarakat dapat menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.SEO Title: 418 Aduan Masuk ke Call Center 112 Kendari Selama Mei 2026, Gangguan Listrik dan Banjir Dominan
Meta Description: Call Center 112 Kota Kendari menerima 418 aduan sepanjang Mei 2026. Gangguan listrik dan banjir menjadi laporan terbanyak, dengan total 3.971 panggilan masuk selama sebulan.(**).
