BUTON, KABENGGA.ID. – Pemerintah Kabupaten Buton menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam agenda nasional hilirisasi Aspal Buton (Asbuton). Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, memastikan daerahnya tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah besarnya potensi industri Asbuton yang kini mulai mendapat perhatian serius pemerintah pusat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Pemkab Buton dalam Rapat Koordinasi Nasional Aliansi Pengembang Aspal Buton (ASPABI) yang berlangsung di Hotel Ibis Styles BSD pada 12–13 Mei 2026. Forum nasional itu mempertemukan berbagai kementerian, BUMN, hingga pelaku industri guna membahas arah penguatan dan hilirisasi Asbuton sebagai bagian dari agenda industrialisasi nasional.
Sejumlah instansi strategis turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, serta stakeholder industri terkait.
Dalam forum itu, Bupati Alvin aktif membangun komunikasi dengan jajaran pemerintah pusat untuk memastikan kebijakan hilirisasi Asbuton tidak berhenti pada pemanfaatan material semata, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah penghasil, khususnya Kabupaten Buton.
“Kami mendukung penuh penguatan penggunaan Aspal Buton secara nasional. Namun, daerah penghasil juga harus mendapatkan manfaat nyata melalui investasi, penguatan industri pengolahan, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat,” tegas Alvin.
Ia menilai, Asbuton bukan sekadar komoditas tambang biasa, melainkan aset strategis nasional yang dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Menurut Alvin, Pemerintah Kabupaten Buton akan terus mengawal kebijakan hilirisasi tersebut agar posisi Buton sebagai daerah penghasil utama tidak hanya menjadi pelengkap dalam rantai industri nasional, tetapi benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis sumber daya lokal.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, menegaskan pemerintah pusat saat ini memberikan perhatian serius terhadap penguatan penggunaan dan hilirisasi Aspal Buton.
Ia menyebut Asbuton memiliki posisi strategis sebagai aset nasional yang harus didorong menjadi kekuatan industri dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian material infrastruktur nasional.
“Pemerintah tengah memperkuat regulasi penggunaan Asbuton untuk pembangunan dan preservasi jalan periode 2026–2029. Selain itu, draft Peraturan Presiden terkait pengembangan Asbuton dari hulu hingga hilir juga sedang disusun untuk memperkuat ekosistem industri nasional,” jelasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buton, langkah pemerintah pusat tersebut menjadi peluang besar yang harus dikawal secara maksimal agar hilirisasi Asbuton benar-benar memberikan efek domino bagi masyarakat, mulai dari peningkatan investasi, pertumbuhan industri, hingga terbukanya lapangan kerja baru.
Dengan potensi Asbuton yang dimiliki, Buton kini bersiap mengambil posisi penting dalam peta industrialisasi nasional, bukan lagi sebagai daerah penghasil semata, tetapi sebagai pusat utama pengembangan industri Aspal Buton di Indonesia.(redaksi).
