Kendari, Kabengga.Id. – Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang anak sekolah dasar (SD)terjadi di wilayah Konawe selatan,kini menjadi sorotan publik. Peristiwa yang diduga melibatkan seorang oknum anggota TNI ini memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat, terutama karena kondisi korban yang dilaporkan mulai mengalami depresi berat pascakejadian.

Kasus ini di nilai serius karena menyangkut konstitusi,pidana,serta perlindungan hak asasi manusia dan anak.

Menurut informasi yang beredar, korban yang masih berusia di bawah umur menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Ia disebut menjadi lebih tertutup, mudah cemas, dan mengalami tekanan psikologis yang serius.

Wakil ketua FOKKMAPP BONTON KENDARI,Ahmad Danil, menegaskan bahwa kasus ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, bagaimana mungkin seorang aparat yang seharusnya melindungi justru diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap anak di bawah umur. Danil pun menegaskan bahwa Kepercayaan publik terhadap institusi pun ikut dipertaruhkan.

Danil mendesak agar proses hukum berjalan secara transparan dan tanpa intervensi. Danil juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan adil, tanpa memandang status atau jabatan pelaku. Jika terbukti bersalah, pelaku diharapkan mendapat sanksi maksimal sesuai dengan hukum yang berlaku, baik secara pidana maupun kode etik militer.

masa sekelas Denpom XIV/3 kendari tidak bisa menangkap satu pelaku pelecehan,ujar Danil.

Selain itu,Danil juga meminta perlindungan terhadap korban juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, serta aparat penegak hukum diminta untuk memastikan keamanan, pemulihan, dan masa depan korban tetap terjaga.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan terhadap anak merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. Semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam mencegah kejadian serupa serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak,ujar Danil./AF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *