Kendari – Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) mendukungan pelaksanaan sensus ekonomi 2026 sebagai agenda penting bagi pembangunan nasional dan daerah.
Kendari – Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan sensus ekonomi akan menjadi landasan penting untuk menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, sensus ekonomi 2026 memiliki peran krusial dalam memetakan ulang struktur ekonomi daerah yang telah mengalami perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir. Khususnya terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta usaha mikro yang menunjukkan pertumbuhan pesat dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
“Data yang dihasilkan dari sensus ini haruslah akurat dan dapat dipercaya, karena akan menjadi dasar kita dalam merancang program pembangunan ke depan,” ujar Andi Sumangerukka, Rabu.
Ia memastikan pelayanan publik yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu mendukung posisi Sultra yang kini masuk dalam 5 besar pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemprov Sultra juga mendorong seluruh unsur pemerintah daerah untuk menggunakan data resmi yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia sebagai acuan utama dalam pengambilan keputusan kebijakan. Selain itu, upaya penguatan integrasi data antar instansi juga akan dilakukan melalui pengembangan sistem informasi statistik terintegrasi yang menghubungkan semua perangkat daerah.
Kolaborasi yang erat dengan BPS dan lembaga legislatif (DPR RI) juga menjadi fokus utama dalam mensosialisasikan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 kepada seluruh lapisan masyarakat. Tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan partisipasi aktif dan kepatuhan dalam penyampaian data dari para pelaku usaha dan masyarakat luas.
Gubernur mengajak semua pihak mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (redaksi)
