Kendari – Aksi pencurian yang tergolong nekat, brutal, dan diduga terorganisir menggegerkan warga di Jalan Wayong, Kota Kendari. Sebuah rumah yang ditinggal pemiliknya selama sembilan bulan dilaporkan dibobol, dengan kerugian yang tak main-main: isi rumah dikuras habis, sementara tujuh unit mobil di garasi dipreteli hingga nyaris tak bersisa.
Peristiwa ini mencuat ke publik setelah video kondisi rumah tersebut viral di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan situasi yang mencengangkan—rumah dalam keadaan porak-poranda, instalasi listrik hilang, perabot lenyap, dan kendaraan hanya tinggal rangka tanpa komponen penting.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, rumah tersebut kosong sejak pemiliknya pergi ke luar daerah selama kurang lebih sembilan bulan. Kondisi ini diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya secara leluasa dan dalam waktu yang tidak singkat.
Yang paling mencolok, tujuh mobil yang terparkir di garasi menjadi sasaran empuk. Pelaku disebut tidak sekadar mencuri, melainkan membongkar kendaraan secara sistematis—mencopot bagian mesin, interior, hingga komponen kecil lainnya. Praktis, yang tersisa hanyalah kerangka kendaraan yang rusak parah.
“Aksi ini bukan pencurian biasa. Ini seperti pembongkaran terencana. Butuh waktu, alat, dan kemungkinan besar dilakukan lebih dari satu orang,” ungkap seorang warga yang turut menyaksikan kondisi rumah tersebut.
Unggahan seorang warga di Facebook turut memperkuat dugaan tersebut. Ia menuliskan bahwa pelaku bahkan menguras isi rumah hingga ke instalasi listrik, menunjukkan tingkat keberanian sekaligus kerapian aksi yang mengindikasikan pola kerja profesional.
Fakta bahwa aksi sebesar ini bisa berlangsung tanpa terdeteksi selama berbulan-bulan memunculkan pertanyaan serius soal keamanan lingkungan. Warga sekitar mengaku terkejut dan resah, karena kejadian ini seolah terjadi tanpa jejak dan tanpa pengawasan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keamanan setempat belum memberikan keterangan resmi. Namun, dugaan sementara mengarah pada keterlibatan lebih dari satu pelaku, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang telah merencanakan aksi ini sejak lama.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum di Kendari. Jika benar aksi ini berlangsung dalam kurun waktu panjang tanpa terendus, maka ada celah besar dalam sistem pengawasan yang harus segera dibenahi.
Kini, publik menunggu langkah tegas aparat. Bukan sekadar mengungkap pelaku, tetapi membongkar jaringan di balik aksi pencurian yang sudah melampaui batas kewajaran ini. Jika tidak, kasus serupa bukan mustahil akan kembali terulang—dengan skala yang lebih besar dan dampak yang lebih mengkhawatirkan.(redaksi).
