KENDARI – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara, Satuan Polisi Militer (Satpom) Lanud Haluoleo menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) Yustisi Gabungan dalam rangka Pekan Disiplin, Sabtu (28/3).
Operasi ini bukan sekadar rutinitas. Aparat gabungan turun langsung menyasar titik-titik rawan, termasuk tempat hiburan malam (THM), guna memastikan tidak ada pelanggaran disiplin yang mencoreng nama institusi.
Kegiatan tersebut melibatkan lintas instansi, mulai dari Provost Polda Sultra, Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), hingga dukungan Satpol PP Kota Kendari. Sinergi ini menjadi penegasan bahwa penegakan disiplin prajurit tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antar aparat.
Di lapangan, petugas melakukan pemeriksaan identitas terhadap para pengunjung, dengan fokus utama pada anggota TNI. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada keterlibatan prajurit dalam aktivitas yang melanggar aturan, sekaligus menutup celah potensi pelanggaran sejak dini.
Tak hanya bersifat represif, operasi ini juga mengedepankan langkah preventif. Tujuannya jelas: menjaga marwah TNI tetap terhormat di mata masyarakat, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, khususnya di wilayah Kota Kendari.
Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, melalui Komandan Satpomau Lanud Haluoleo, Mayor Pom Oky Jongko Lukito, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk komitmen TNI AU dalam menegakkan disiplin prajurit, terlebih menjelang momentum penting HUT ke-80.
“Operasi Gaktib Yustisi akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan. Ini juga menjadi langkah nyata memperkuat sinergitas antar aparat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan operasi yang digelar secara intensif dan terukur, TNI AU ingin memastikan bahwa setiap prajurit tetap berada pada rel disiplin—tanpa kompromi, tanpa celah.(redaksi).
