KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menghadirkan program mudik gratis angkutan laut bagi masyarakat wilayah kepulauan pada momentum Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini menjadi solusi konkret untuk meringankan beban biaya perjalanan warga saat arus mudik Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan, menegaskan program tersebut merupakan kebijakan strategis Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, sebagai bentuk perhatian nyata kepada masyarakat kepulauan.

“Program mudik gratis ini adalah wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kepulauan,” tegas Rajulan.

Ia menjelaskan, usulan program telah diajukan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan mendapatkan persetujuan. Tahun ini, Pemprov Sultra menyiapkan total 7.800 tiket gratis bagi penumpang.

Adapun rute yang dilayani yakni Kendari–Raha (PP) dan Kendari–Baubau (PP). Armada yang disiapkan meliputi KM Express Bahari 6E, KM Express Bahari 5E, KM Express Cantika 168, serta KM Express Priscilia 88.

Rajulan menekankan, program ini bukan sekadar fasilitas gratis, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau selama puncak arus mudik.

“Harapannya, masyarakat bisa mudik dengan lebih mudah, aman, dan nyaman menggunakan angkutan resmi yang telah disiapkan,” tambahnya.

Pengawasan Darat Diperketat

Tak hanya di sektor laut, Pemprov Sultra juga memperketat pengawasan angkutan darat melalui ramp check guna memastikan seluruh kendaraan umum dalam kondisi laik jalan.

Pemeriksaan telah dilakukan di Terminal Tipe A Puuwatu dan akan dilanjutkan di Terminal Baruga.

Ramp check mencakup aspek teknis kendaraan, perlengkapan keselamatan, hingga kelengkapan administrasi. Pemerintah juga memantau kesiapan fisik dan mental pengemudi dengan melibatkan Polda Sulawesi Tenggara serta PT Jasa Raharja.

Pemprov Sultra mengimbau seluruh operator angkutan agar kooperatif dalam proses pemeriksaan, serta mengajak masyarakat memilih angkutan resmi demi keselamatan bersama selama musim mudik di Bumi Anoa.

Program ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tak hanya fokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *