Kolaka, 21 Februari 2026 — Kepanikan sempat menyelimuti perairan sekitar Pulau Lambasina, Kabupaten Kolaka, setelah satu unit longboat bermuatan 13 orang mengalami kerusakan mesin di tengah laut. Beruntung, respons cepat tim SAR memastikan seluruh penumpang selamat tanpa korban jiwa.
Informasi pertama diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari pada pukul 12.04 Wita dari Abdul Razak, salah seorang korban di atas kapal. Ia melaporkan longboat yang mereka gunakan terdampar akibat kerusakan baling-baling setelah dihantam ombak saat hendak kembali dari melaut.
Tanpa menunggu lama, pukul 12.24 Wita Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian (LKP) menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Jarak tempuh dari Pos SAR Kolaka ke titik kejadian mencapai sekitar 14 mil laut.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung relatif bersahabat: cerah berawan, angin berkecepatan 18 km/jam dari arah barat, dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 0,75 meter. Meski demikian, posisi kapal yang tidak dapat bermanuver tetap berisiko tinggi terhadap keselamatan awak.
Tiba di Lokasi, Evakuasi Dilakukan Bertahap
Setelah hampir tiga setengah jam perjalanan laut, Tim Rescue tiba di lokasi pukul 15.48 Wita. Seluruh 13 orang yang berada di atas longboat ditemukan dalam kondisi selamat, namun membutuhkan evakuasi segera.
Proses penyelamatan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi:
5 orang dievakuasi menggunakan RIB Pos SAR Kolaka.
3 orang dievakuasi dengan longboat milik Polair Polres Kolaka.
5 orang lainnya dipindahkan ke kapal ikan (jolor) yang selanjutnya menarik longboat korban menuju daratan.
RIB Pos SAR Kolaka tiba di Pelabuhan Nusantara Kolaka pada pukul 17.13 Wita. Dengan selesainya evakuasi seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula pada Kamis, 20 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 Wita. Abdul Razak bersama 12 rekannya berangkat melaut ke sekitar perairan Pulau Lambasina untuk mencari ikan. Saat hendak kembali, longboat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan pada baling-baling akibat hantaman ombak.
Kapal tak lagi dapat bergerak optimal dan terdampar di sekitar perairan tersebut. Seluruh penumpang berada dalam kondisi terapung tanpa kemampuan kembali ke darat hingga akhirnya bantuan SAR dikerahkan.
Unsur dan Peralatan yang Dikerahkan
Operasi ini melibatkan:
Staf Operasi KPP Kendari
Pos SAR Kolaka
Polair Polres Kolaka
ABK kapal ikan
Keluarga korban
Adapun alutsista yang digunakan meliputi Rescue Car, Rescue Truck, RIB, longboat, kapal ikan/jolor, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin A.S., menegaskan bahwa respons cepat dan koordinasi lintas unsur menjadi kunci keselamatan seluruh korban.
“Dengan telah dievakuasinya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan alat keselamatan serta pemeriksaan kondisi mesin sebelum melaut, terutama bagi nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan terbuka.
