KENDARI — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara mengintensifkan kampanye keselamatan berkendara melalui program Polantas Menyapa yang digelar di Simpang Pos Lantas 9.0 MTQ, Kota Kendari, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Operasi Kepolisian Kewilayahan “Keselamatan Anoa-2026” itu berlangsung sejak pukul 08.00 WITA dengan menyasar langsung para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Tak sekadar razia atau penindakan, pendekatan yang diusung kali ini lebih edukatif dan persuasif. Petugas membagikan helm berstandar SNI kepada pengendara yang kedapatan belum memenuhi standar keselamatan, sekaligus memberikan setangkai bunga bagi mereka yang dinilai tertib berlalu lintas.
Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arief Setyawan memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi Dirlantas Polda Sultra KBP Dr. Argowiyono serta jajaran pejabat utama Polda Sultra dan perwakilan instansi terkait, termasuk PT Jasa Raharja.
Di tengah arus lalu lintas pagi yang cukup padat, personel kepolisian aktif menyampaikan imbauan mengenai pentingnya penggunaan helm SNI, sabuk pengaman, larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga kepatuhan terhadap rambu lalu lintas.
“Keselamatan bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi menyangkut nyawa. Disiplin di jalan raya adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pembagian helm gratis disebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus intervensi langsung untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. Sementara bunga yang diberikan kepada pengendara tertib menjadi simbol pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Operasi Keselamatan Anoa-2026 sendiri difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko kecelakaan, yang kerap dipicu oleh pelanggaran sederhana seperti tidak memakai helm, melanggar rambu, atau berkendara sambil menggunakan ponsel.
Melalui program Polantas Menyapa, Ditlantas Polda Sultra menargetkan terbentuknya budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat di Sulawesi Tenggara. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.
Pendekatan simpatik ini diharapkan tak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu menanamkan kesadaran jangka panjang bahwa keselamatan di jalan adalah kebutuhan bersama—bukan sekadar kewajiban administratif.**
