KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui program pendampingan balita dengan pendekatan orang tua asuh. Skema ini melibatkan 73 unsur pendamping dari organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pemerintah, hingga unsur pimpinan daerah sebagai wujud komitmen lintas sektor dalam menekan angka stunting secara terukur dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, penanganan stunting ditempatkan sebagai prioritas strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pemerintah daerah menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan isu fundamental yang berdampak langsung pada kualitas generasi masa depan dan daya saing daerah.
Berdasarkan data pendampingan periode Januari 2026, sebanyak 462 balita stunting di Kota Kendari telah mendapatkan intervensi langsung. Pendampingan dilakukan secara intensif, mencakup pemantauan kondisi kesehatan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga edukasi kepada orang tua terkait pola asuh, sanitasi, dan lingkungan tumbuh kembang yang sehat.
“Pendampingan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memastikan asupan gizi terpenuhi, tetapi juga memberikan edukasi berkelanjutan kepada keluarga agar anak-anak kita mendapatkan lingkungan tumbuh kembang yang optimal,” ujar Siska, Rabu (11/2/2026).
Melalui pendekatan orang tua asuh, pimpinan OPD dan unsur terkait ditugaskan mendampingi langsung balita stunting beserta keluarganya. Pemkot Kendari menekankan bahwa keterlibatan OPD tidak berhenti pada fungsi administratif, melainkan harus hadir di lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, serta memastikan setiap intervensi tepat sasaran.
Wali Kota Siska menegaskan, keberhasilan penanganan stunting sangat ditentukan oleh komitmen kolektif dan kepedulian seluruh pihak.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi Kota Kendari. Karena itu, seluruh OPD dan unsur terkait harus terlibat langsung memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi cukup, pemantauan kesehatan berkelanjutan, serta lingkungan tumbuh kembang yang sehat,” tegasnya.
Program ini juga diarahkan sebagai strategi pencegahan jangka panjang. Selain intervensi gizi, keluarga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, serta peran aktif orang tua dalam mendukung perkembangan anak sejak dini.
Dengan sinergi lintas sektor yang diperkuat hingga tingkat pendampingan langsung, Pemkot Kendari optimistis penurunan prevalensi stunting dapat dicapai secara lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus meletakkan fondasi kuat bagi terwujudnya generasi Kendari yang sehat, produktif, dan berdaya saing.**
