Muna Barat, 6 Februari 2026 – Pemuda Latugho Muna Barat menyoroti dinamika politik terkini di daerah, dimana seorang mantan Bupati Muna Barat yang kini menjabat sebagai Ketua Partai Politik tingkat Provinsi, memiliki istrinya yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Partai pada tingkat Kabupaten yang sama. Kondisi ini dikritisi karena berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi dan etika politik.

Firman, perwakilan Pemuda Latugho Muna Barat, menegaskan bahwa situasi tersebut dapat memperkuat persepsi publik tentang praktik politik dinasti di daerah. “Kalau semua jabatan strategis, baik di pemerintahan maupun partai politik, berputar di satu keluarga, lalu di mana ruang bagi kader lain? Ini bukan soal mampu atau tidak mampu, tapi soal etika dan keadilan dalam demokrasi,” tegasnya.

Menurutnya, demokrasi akan kehilangan maknanya jika kekuasaan dan pengaruh politik hanya diwariskan secara berantai dalam satu keluarga, sementara kader lain hanya berperan sebagai pelengkap. “Partai politik seharusnya menjadi ruang kaderisasi yang sehat, terbuka, dan kompetitif, bukan terkesan dikuasai oleh lingkaran keluarga tertentu,” ujar Firman.

Pemuda Latugho Muna Barat mengingatkan bahwa jabatan politik bukan warisan keluarga, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan prinsip profesionalisme, integritas, dan keterbukaan. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis dan mengawasi dinamika politik lokal agar tidak keluar dari semangat reformasi dan demokrasi yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *