Penunjukan PJ Kepalad Desa (Kades) yang di lakukan oleh Bupati Buton Utara yg yakni bapak Afirudin Mathars di salah satu desa Kolisusi Barat malah menjadi bumerang bagi desa tersebut, hal ini dikarenakan PJ kepala desa tersebut di awal kepemimpinannya di duga keras telah melakukan Penyalahgunaan anggaran dana desa, hal ini di dasari dengan tindakan kepala desa tiba” membeli mobil baru setelah belum lama melaksanakan pelantikan,
Tindakan ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar di tengah- tengah masyarakat sebab PJ kepala desa yg di Lantik oleh Bupati Butur setalah belum lama di Lantik bukanya memerhatikan desa yang membutuhkan perhatian lebih malah tiba-tiba membeli mobil pribadi untuk dirinya.
Ternyata di Kab. Buton Utara tidak hanya terjadi di desa ini saja, ironisnya lagi di Kecamatan lain seorang kepala desa yang merupakan saudara kandung Wakil Bupati Buton Utara dengan bebas memegang sendiri anggaran dana desa tanpa pengawasan yang memadai. Hal ini sangat berbahaya karena bisa membuka peluang yang sangat besar untuk melakukan monopoli dana desa untuk kepentingan pribadi bukan untuk Desanya.
Zaldin selaku ketua Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sultra sangat menyayangkan tindakan PJ kepala Desa tersebut “Seorang PJ/Keplada Desa yang di berikan kuasa untuk menjalankan roda kepengurusan desa seharusnya lebih serius untuk memerhatikan dan mengembangkan desanya, bukan malah memperburuk keadaan, terlebih kepala desa yang terlibat ini memeliki kedekatan emosional dengan pemerintah daerah karena peristiwa ini akan memancing pikiran liar bagi masyarakat. Harapan saya pada peristiwa ini pada instansi-instansi terkait segera di berikan tindakan yang tegas agar menjadi contoh bagi desa-dasa lainya baik itu di Internal Kab. Butur maupun diluar, tentunya Kami tidak akan berdiam diri dengan kondisi ini, kami akan terus memantau dan mengawal setiap tindakan yang merugikan masyarakat seperti ini, ujarnnya,”
Hal ini sangat berbahaya bagi desa-desa tersebut terlebih untuk perkembangan sebuah kabupaten yang sedang berkembang seperti Buton Utara, sebab dana desa di tujukan untuk menunjang pembangunan dan kesejahteraan secara merata di seluruh Negara ini terkhusus daerah-daerah pelosok yng sulit untuk di jangkau langsung oleh pemerintah pusat.
