Kendari — Komisi IX DPR RI mengapresiasi kemajuan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah meninjau langsung fasilitas dan peralatan medis di RSUD Bahteramas, Kendari, Rabu (10/12/2025). Meski demikian, DPR RI menegaskan agar berbagai alat kesehatan canggih yang telah dikucurkan pemerintah pusat tidak sekadar menjadi pajangan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengatakan dukungan pemerintah pusat terhadap sektor kesehatan di Sultra sudah sangat besar. Karena itu, pemanfaatan alat kesehatan harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan profesional.

“Setelah kita melihat langsung di lapangan, bantuan dari pemerintah pusat ke RSUD Bahteramas ini sudah sangat banyak. Tinggal bagaimana ini dikawal dengan SDM yang benar-benar siap di bidangnya,” ujar Yahya.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyoroti keberadaan peralatan medis modern, termasuk MRI, yang seharusnya mampu menekan angka rujukan pasien ke luar daerah. Menurutnya, optimalisasi alat kesehatan menjadi kunci agar masyarakat Sultra mendapatkan layanan maksimal di daerah sendiri.
“Alat-alat seperti MRI ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, supaya pasien dari Sultra tidak perlu lagi dirujuk ke Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Selain itu, Yahya juga mendorong Sulawesi Tenggara untuk mulai mengembangkan layanan kedokteran nuklir. Pasalnya, fasilitas tersebut hingga kini masih sangat terbatas dan mayoritas berada di luar Pulau Jawa.

“Radio nuklir saat ini baru ada di Samarinda. Pasien dari Sultra kalau ke sana bisa menunggu enam sampai tujuh bulan. Kalau layanan ini bisa ada di Sultra, tentu akan jauh lebih efektif,” jelasnya.
Kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ini menjadi peringatan sekaligus dorongan agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penerimaan bantuan, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan benar-benar berfungsi optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.**
