Bandar Lampung – Dinamika dan tantangan pembangunan perkotaan nasional menjelang 2026 menjadi sorotan utama dalam APEKSI Outlook 2025 yang digelar di Kota Bandar Lampung, 19–20 Desember 2025. Forum strategis ini diikuti 56 wali kota dari seluruh Indonesia, termasuk Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.

APEKSI Outlook 2025 menjadi ruang refleksi sekaligus proyeksi arah pembangunan kota di tengah tekanan kompleksitas persoalan perkotaan, mulai dari tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi daerah, hingga tuntutan inovasi pelayanan publik yang kian tinggi. Forum ini menegaskan pentingnya sinergi antarpemerintah kota dalam merespons perubahan sosial, ekonomi, dan tata kelola nasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Begawi Jejama, tradisi khas Lampung yang merepresentasikan nilai gotong royong dan persatuan. Para wali kota turut berbaur bersama masyarakat, dilanjutkan dengan senam bersama dan kunjungan ke stan UMKM.

Kehadiran para kepala daerah di ruang ekonomi rakyat ini menjadi simbol dukungan konkret terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan sektor ekonomi kreatif.

Sebagai Ketua Koordinator Wilayah VI APEKSI, Hj. Siska Karina Imran mengambil peran strategis dalam agenda utama, termasuk Mayors Talk. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi para wali kota untuk berbagi pengalaman, menyampaikan tantangan riil yang dihadapi sepanjang 2025, serta merumuskan langkah kolektif menghadapi agenda pembangunan tahun mendatang.

“APEKSI bukan sekadar forum seremonial, tetapi ruang strategis untuk berbagi praktik baik dan memperkuat kolaborasi antarkota dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” tegas Hj. Siska Karina Imran.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana selaku tuan rumah menekankan bahwa APEKSI Outlook tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi kebijakan, tetapi juga wahana mempererat solidaritas dan kebersamaan antarpemerintah kota di seluruh Indonesia.

Keikutsertaan aktif Wali Kota Kendari dalam APEKSI Outlook 2025 menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk terus berada dalam arus kolaborasi nasional. Komitmen ini diharapkan menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional./DR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *