MUNA BARAT, KABENGGA.ID – Pemerintah Kabupaten Muna Barat bergerak cepat merespons insiden tragis di SDN 7 Barangka yang merenggut nyawa seorang siswi. Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, turun langsung ke lokasi kejadian, Sabtu (2/5/2026), sebagai bentuk empati sekaligus memastikan langkah penanganan berjalan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan duka cita mendalam. Korban juga merupakan cucu kemanakan saya. Kami bersama Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, telah melayat dan mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir,” ujar Ali Basa.
Ia menegaskan, peristiwa robohnya papan nama sekolah tersebut merupakan musibah dan tidak mengandung unsur kesengajaan. Namun, kejadian ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap fasilitas pendidikan.
Sebagai tindak lanjut, Ali Basa menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap sarana dan prasarana sekolah.
“Seluruh fasilitas yang berpotensi membahayakan harus didata dan diperiksa. Jika tidak memenuhi standar, segera dihentikan penggunaannya,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna Barat, La Samahu, menyatakan pihaknya akan bergerak cepat menindaklanjuti instruksi tersebut. Ia menekankan bahwa keamanan siswa menjadi prioritas utama.
“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak. Kami akan melakukan pendataan dan pemeriksaan menyeluruh. Fasilitas yang tidak layak tidak akan digunakan,” katanya.
Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan bersama camat dan kepala sekolah dijadwalkan menggelar rapat koordinasi guna mengidentifikasi satuan pendidikan yang memiliki infrastruktur berisiko.
Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat daerah, pihak sekolah, orang tua korban, serta masyarakat setempat.
Sebelumnya, insiden terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 10.40 WITA. Papan nama sekolah berbahan beton roboh dan menimpa tiga siswa. Korban berinisial SL (7) meninggal dunia di RSUD Muna Barat. Dua siswa lainnya, WOAA (7) dan LOMA (9), mengalami luka-luka. SL dan WOAA tercatat sebagai siswi kelas 1, sementara LOMA merupakan siswa kelas 3.
Penulis: Adam
