KOLAKA – Nyawa kembali melayang di kawasan industri tambang. Kecelakaan kerja fatal terjadi di area PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (20/2/2026).
Seorang pekerja tewas mengenaskan setelah terlindas truk 10 roda di dalam area perusahaan.
Peristiwa tragis itu terekam dalam video yang kini beredar luas dan telah diterima redaksi. Dalam rekaman, korban terlihat mengenakan baju putih dan celana jeans, tergeletak tak bergerak. Pada bagian perutnya tampak jelas jejak lintasan ban kendaraan berat—sebuah pemandangan yang mengguncang nurani.
Diduga Berteduh, Truk Tiba-Tiba Bergerak
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diduga berada di bagian depan truk untuk berteduh. Pada saat bersamaan, kendaraan disebut mulai bergerak. Korban diduga tidak menyadari adanya pengemudi di dalam truk tersebut hingga maut tak terelakkan.
Belum diketahui secara pasti apakah prosedur standar operasional (SOP) keselamatan telah dijalankan, termasuk pemeriksaan area blind spot kendaraan sebelum truk dijalankan.
Alarm Keselamatan Kerja Kembali Berbunyi
Insiden ini kembali menampar keras sistem keselamatan kerja di kawasan industri tambang yang seharusnya menerapkan standar pengamanan ketat. Area operasional kendaraan berat dikenal sebagai zona berisiko tinggi, sehingga pengawasan dan penerapan protokol keselamatan semestinya tidak boleh longgar sedikit pun.
Apakah ada kelalaian? Apakah sistem pengawasan internal berjalan? Ataukah ini sekadar akan dicatat sebagai “insiden kerja” tanpa evaluasi menyeluruh?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi. Publik kini menunggu kejelasan: siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya satu nyawa di tengah geliat industri yang terus digadang-gadang sebagai motor ekonomi daerah?
Tragedi ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah nyawa—dan setiap nyawa menuntut jawaban.
