MUNA BARAT, KABENGGA.ID – Kabupaten Muna Barat kembali terkoneksi dengan jalur udara nasional. Maskapai Sriwijaya Air resmi melakukan pendaratan perdana di Bandara Sugimanuru, Kamis (15/1/2026), menandai babak baru konektivitas dan percepatan pembangunan daerah kepulauan di Sulawesi Tenggara.
Pendaratan ini disaksikan langsung oleh Bupati Muna Barat La Ode Darwin, Bupati Muna Bahrun, Wakil Bupati Buton Tengah Adam Basan, Direktur Utama Sriwijaya Air Jafferson Irwin Jauwana, perwakilan Kementerian Perhubungan Udara Wilayah V Kapten Mochamad Mauludin, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara La Ode Tariala, serta Kepala Bandara Sugimanuru Mohamad Khusnuddin.
Sriwijaya Air melayani rute pulang-pergi Bandara Sugimanuru Muna Barat–Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 130 penumpang. Pemerintah Kabupaten Muna Barat memberikan subsidi sehingga harga tiket dapat ditekan menjadi Rp780.000, menjadikan akses udara semakin terjangkau bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor.
Bupati Muna Barat La Ode Darwin menegaskan bahwa kehadiran penerbangan reguler merupakan bagian dari strategi membuka Muna Barat ke panggung nasional.
“Ini bukan sekadar penerbangan, tetapi pintu masuk bagi pariwisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Muna Barat kini semakin mudah dijangkau,” tegasnya.
Menurut Darwin, konektivitas udara akan mempercepat pergerakan orang dan barang, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong tumbuhnya sektor unggulan, mulai dari pariwisata bahari, pertanian, hingga ekonomi kreatif, sejalan dengan visi Liwu Mokesa—tumbuh, maju, dan keren.
Perwakilan Kementerian Perhubungan Udara Wilayah V, Kapten Mochamad Mauludin, mengapresiasi komitmen Pemkab Muna Barat yang dinilai progresif dalam memanfaatkan transportasi udara sebagai motor pembangunan wilayah.
“Bandara Sugimanuru telah memenuhi standar keselamatan dan siap melayani penerbangan komersial berkelanjutan. Ini peluang besar bagi Muna Barat untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya.
Kepala Bandara Sugimanuru Mohamad Khusnuddin menyebut pendaratan perdana ini sebagai hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah, regulator, dan maskapai.
“Kami optimistis frekuensi penerbangan akan meningkat seiring tingginya minat masyarakat dan kebutuhan konektivitas wilayah,” katanya.
Dengan dibukanya kembali jalur udara komersial melalui Bandara Sugimanuru, Muna Barat kian menegaskan diri sebagai daerah yang terbuka, mudah diakses, dan siap menjadi destinasi baru pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara./DAM
