MUNA BARAT, KABENGGA.ID. — Keberadaan sejumlah sapi yang berkeliaran bebas hingga masuk ke jalan umum di Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, dikeluhkan pengguna jalan.

Keberadaan ternak tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Pasalnya, sapi yang berada di sekitar jalan dapat bergerak atau berlari secara tiba-tiba ke badan jalan tanpa dapat diprediksi oleh pengguna kendaraan yang sedang melintas.

Salah seorang pengendara mengaku mengalami kejadian yang cukup menegangkan saat melintas di jalan umum wilayah Tondasi. Seekor sapi yang sebelumnya berada di sekitar jalan tiba-tiba berlari masuk ke badan jalan tepat ketika kendaraan sedang melintas.

Kemunculan sapi secara mendadak membuat pengendara terkejut. Ia berusaha mengendalikan kendaraan dan mencari ruang untuk menghindar, namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat kendaraan tidak sempat menghindari sapi tersebut.

Akibat kejadian itu, kendaraan yang dikendarainya sempat menabrak sapi. Beruntung, pengendara masih dapat mengendalikan kendaraan sehingga berhasil selamat dan tidak mengalami kejadian yang lebih serius.

“Awalnya sapi itu berada di sekitar jalan, tiba-tiba berlari ke jalan umum. Saya kaget dan tidak sempat menghindar hingga kendaraan menabrak sapi. Untung saya masih selamat,” ungkapnya.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengalaman yang cukup mengkhawatirkan. Sebab, apabila pengendara kehilangan kendali atau terjatuh saat berusaha menghindari sapi, dampaknya dapat lebih serius.

Ia berharap persoalan sapi yang berkeliaran di sekitar jalan umum mendapat perhatian dari para pemilik ternak. Hewan yang dibiarkan bebas dapat sewaktu-waktu masuk ke jalur kendaraan dan membahayakan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.

“Jangan sampai kita menunggu ada korban dulu baru persoalan ini diperhatikan. Pemilik ternak harus lebih memperhatikan hewannya agar tidak berkeliaran di jalan umum,” ujarnya.

Pengendara juga mengimbau kepada para pemilik ternak agar tidak membiarkan sapi berkeliaran tanpa pengawasan, terutama di sekitar jalan yang menjadi jalur aktivitas masyarakat.

Menurutnya, menjaga ternak bukan hanya bertujuan melindungi hewan dari kecelakaan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab agar keberadaan ternak tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Mohon kepada pemilik ternak agar menjaga hewan peliharaannya. Jangan sampai sapi tiba-tiba lari ke jalan umum dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Keselamatan bersama itu penting,” tambahnya.

Keberadaan sapi di jalan umum juga dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Pengendara yang tiba-tiba melihat ternak di tengah jalan tentu harus mengurangi kecepatan atau melakukan manuver untuk menghindari hewan tersebut.

Kondisi itu dapat menjadi lebih berbahaya ketika kendaraan sedang melaju dan pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pengereman atau menghindar. Risiko kecelakaan tidak hanya mengancam pengguna kendaraan, tetapi juga dapat membahayakan ternak yang berada di badan jalan.

Masyarakat berharap para pemilik ternak di wilayah Tondasi dapat meningkatkan pengawasan terhadap hewan peliharaan masing-masing. Sapi diharapkan ditempatkan di lokasi yang aman, diikat dengan baik, atau dijaga agar tidak keluar dan masuk ke jalan umum.

Warga juga berharap persoalan tersebut tidak dianggap sebagai hal biasa. Kesadaran pemilik ternak sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi serta memastikan jalan umum tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat.

Di sisi lain, pengguna jalan juga diimbau tetap berhati-hati ketika melintas di wilayah yang terdapat ternak berkeliaran. Pengendara diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan apabila melihat hewan berada di sekitar badan jalan.

Dengan adanya perhatian dan kerja sama antara pemilik ternak dan pengguna jalan, potensi kecelakaan akibat sapi yang masuk ke jalan umum diharapkan dapat diminimalkan. Keselamatan pengendara maupun keselamatan ternak sama-sama penting untuk diperhatikan.

Masyarakat berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama agar tidak sampai menimbulkan korban di kemudian hari. Jalan umum merupakan fasilitas yang digunakan bersama, sehingga setiap pihak diharapkan turut menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan. Keluhan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian dan imbauan kepada pemilik ternak agar meningkatkan pengawasan terhadap hewan peliharaannya. Tujuannya bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan mendorong kesadaran bersama agar keselamatan pengguna jalan dan ternak di wilayah Tondasi dapat lebih terjaga./SR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *