Kendari – Prof. Takdir Saili resmi terpilih sebagai Rektor UHO periode 2026–2030 setelah meraup 42 suara.
Prof. Takdir Saili mengungguli dua calon rektor lainnya yakni Prof. Ida Usman yang memperoleh 18 suara dan Dr. Herman dengan raihan 13 suara.
Proses penentuan Rektor UHO dilakukan berdasarkan akumulasi suara dengan proporsi 65 persen suara senat universitas dan 35 suara kementeria dalam hal ini diwakili Wamendiktsaintek Fauzan.
Takdir terpilih dalam rapat senat tertutup yang dihadiri Wamendiktisaintek yang mewakili hak suara kementerian
Dari total 49 anggota Senat UHO, sebanyak 48 anggota hadir dan menggunakan hak pilihnya, sementara satu suara dinyatakan tidak sah.
Wamendiktisaintek Fauzan meminta Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terpilih periode 2026–2030 untuk membawa perguruan tinggi tersebut berdampak langsung dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pemilihan rektor ini sebenarnya adalah ritual institusi yang biasa terjadi. Jadi sifatnya substantif, tetapi hal yang paling menantang justru berada pada kinerja setelahnya,” kata Fauzan usai menghadiri pemungutan suara pemilihan Rektor UHO di Gedung Rektorat UHO, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (13/10)
Wamendiktisaintek mengingatkan agar perguruan tinggi tidak terjebak dalam “menara gading”, melainkan harus hadir sebagai entitas sosial yang mampu menjawab dan memberikan solusi atas berbagai persoalan riil yang terjadi di tengah publik.
Oleh karena itu, kata dia, fokus utama rektor terpilih adalah mengarahkan akademisi serta seluruh sivitas akademika kampus untuk “turun gunung” dan mengambil peran aktif di masyarakat.
“Perguruan tinggi harus turun gunung dan menjadi entitas sosial. Harus menjawab problem-problem riil yang terjadi di masyarakat,” ucap
Fauzan. (redaksi)
