MUNA BARAT,KABENGGA.ID. – Suasana kebersamaan di sebuah pondok kebun di Desa Lalemba, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang pria berinisial LT (45) tewas di lokasi kejadian, sementara keponakannya, LND (38), mengalami luka bacok serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Muna.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam (12/7/2026) itu diduga dipicu setelah keduanya mengonsumsi minuman tradisional kameko bersama sejumlah kerabat dan rekan.
Kapolsek Lawa, Ipda Jaman, menjelaskan, sebelum kejadian LND bersama rekannya, AL, sedang berada di pondok kebun sambil mengonsumsi sekitar enam botol kameko. Tak lama kemudian, LT dan PRM datang bergabung sehingga mereka sempat menghabiskan waktu bersama.
Setelah PRM meninggalkan lokasi dan AL kembali ke kebunnya, hanya LT dan LND yang masih berada di pondok.
“Tanpa ada cekcok yang terdengar sebelumnya, LT diduga tiba-tiba menyerang LND menggunakan parang hingga mengenai lengan kiri korban,” ujar Ipda Jaman saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Akibat sabetan tersebut, LND berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumahnya. Namun, LT diduga terus mengejar hingga ke rumah korban.
Sesampainya di rumah, LND mengambil sebilah parang untuk menghadapi LT. Perkelahian bersenjata pun tidak dapat dihindari.
Dalam duel tersebut, LT akhirnya terjatuh. Polisi menduga LND kemudian membalas serangan dengan mengayunkan parang ke arah leher dan bagian belakang kepala LT. Korban meninggal dunia di lokasi akibat luka yang dideritanya.
Sementara itu, LND juga mengalami sejumlah luka bacok dan kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muna.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh penyebab peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pasti di balik perkelahian maut tersebut. Dugaan sementara mengarah pada pengaruh minuman beralkohol yang memicu emosi hingga berujung pada aksi saling serang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konsumsi minuman beralkohol yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko terjadinya tindak kekerasan yang berakibat fatal.(redaksi).
