Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggandeng 20 pelaku UMKM serta menyiapkan dua ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gerakan Pangan Murah (GPM) demi mempermudah warga memperoleh kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari Abdul Rauf saat ditemui di Kendari, Kamis, menyampaikan bahwa gerakan pangan murah tersebut digelar selama dua hari berkolaborasi dalam rangkaian kegiatan komunitas otomotif, agar memberi dampak sosial sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan ini harus memberi dampak sosial, sehingga kami membuat gerakan pangan murah agar masyarakat yang hadir bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” kata Abdul Rauf.

Rauf mengungkapkan untuk mengoptimalkan manfaat kegiatan, Dinas Ketapang juga bekerja sama dengan Komunitas Kuliner Kota Kendari (K3) untuk menghadirkan pasar UMKM olahan pangan.

“Sebanyak 20 UMKM dilibatkan dengan pengisian dua pelaku usaha pada setiap stan (tenant),” ujar dia.

Ia menambahkan Bulog telah menyiapkan sekitar dua ton beras SPHP kemasan lima kilogram yang dijual seharga Rp58.000 per sak. Harga tersebut lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP yang berada di angka Rp62.500 per sak.

“Kami memastikan harga beras SPHP di sini lebih terjangkau agar warga dan pengunjung bisa membelinya saat datang ke lokasi acara,” ujar dia.

Selain beras, Pemkot Kendari juga melibatkan 11 distributor pangan yang menyediakan berbagai komoditas utama seperti telur, minyak goreng, buah-buahan, bawang, dan cabai. Komoditas tersebut disiapkan karena kerap mengalami lonjakan harga serta sulit diperoleh, terutama saat musim kemarau panjang.

Abdul Rauf menambahkan keberadaan beras SPHP berkualitas standar tersebut ditujukan agar masyarakat kelas menengah ke bawah dapat menikmati pangan yang layak dan terjangkau.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemkot dalam menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan stok, dan menekan angka inflasi daerah.

Menurut dia, laju inflasi pada sektor pangan di Kota Kendari saat ini masih tergolong aman dan terkendali berkat konsistensi pelaksanaan pasar murah.

“Guna menjaga stabilitas tersebut, sepanjang tahun 2026 ini kami telah melaksanakan kegiatan pasar murah sebanyak 130 kali,” ujar dia.
Meski program pangan murah dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pameran UMKM tersebut berpotensi berjalan hingga empat hari menyesuaikan dengan durasi kegiatan utama.
Pemkot Kendari menyatakan siap memperpanjang layanan pangan murah apabila permintaan masyarakat tinggi demi memastikan kebutuhan pangan warga. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *