KENDARI,KABENGGA.ID. — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memperkuat perlindungan sosial bagi nelayan dengan menyiapkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 nelayan pada tahun ini.
Tak hanya soal perlindungan kerja, Pemkot Kendari juga mendorong peningkatan akses nelayan terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui penambahan fasilitas pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, kebijakan perlindungan sosial tersebut menjadi perhatian penting mengingat nelayan merupakan kelompok pekerja yang menghadapi risiko keselamatan cukup tinggi saat menjalankan aktivitas di laut.
“Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk 100 nelayan tahun ini, juga jaminan kesehatan sudah ditanggung oleh pemerintah,” kata Siska Karina di Kendari, Sabtu.
Menurut dia, perlindungan tersebut mencakup jaminan kecelakaan kerja dan kematian melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sementara untuk jaminan kesehatan, Pemkot Kendari memastikan cakupannya terus diperluas kepada seluruh masyarakat, termasuk pekerja rentan.
Siska menyebut cakupan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat Kota Kendari saat ini telah mencapai sekitar 99 persen atau mendekati cakupan Universal Health Coverage (UHC).
Di sisi lain, Pemkot Kendari tengah berupaya menjawab persoalan akses BBM subsidi yang menjadi salah satu kebutuhan vital nelayan. Pemerintah daerah telah menyampaikan surat kepada Pertamina untuk meminta penambahan fasilitas pengisian BBM di SPBN.
“Kami juga akan mendata nelayan yang kapalnya menggunakan BBM jenis Solar maupun Pertalite sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Pendataan tersebut dinilai penting agar distribusi BBM dapat lebih tepat sasaran sekaligus memastikan kebutuhan nelayan terpetakan dengan jelas.
Penambahan fasilitas di SPBN diharapkan mampu memangkas kendala akses dan membuat nelayan memperoleh BBM secara lebih mudah, lancar, serta sesuai ketentuan harga resmi pemerintah.
Bagi nelayan, ketersediaan BBM bukan sekadar persoalan fasilitas. Bahan bakar merupakan salah satu komponen utama yang menentukan kelancaran aktivitas melaut dan keberlangsungan ekonomi keluarga nelayan.
Pemkot Kendari berharap penguatan perlindungan sosial sekaligus perbaikan akses BBM tersebut dapat memberikan rasa aman bagi nelayan dan mendukung produktivitas sektor perikanan di daerah.(redakai).
