KENDARI,KABENGGA.ID.(20 Septembwr 2026). – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Se-Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan pelantikan pengurus pada Minggu, 20 Juli 2026, bertempat di Gedung FKIP Universitas Halu Oleo. Kegiatan tersebut menjadi momentum pengukuhan kepengurusan baru IMM yang terdiri atas lima komisariat se-UHO serta Komisariat Kesehatan Kota Kendari.
Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Azman selaku Sekretaris Cabang IMM Kota Kendari. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Komisariat (PK) IMM yang tersebar di Kota Kendari, pengurus berbagai kelembagaan mahasiswa, serta sejumlah senior IMM UHO. Hadir pula Askal Tampo dan Ketua DPD IMM Sulawesi Tenggara, Alim Amry Nusantara, yang merupakan kader yang pernah berproses di lingkungan IMM UHO.
Pelantikan mengusung tema “Kepemimpinan Progresif, Gerakan Kolektif”. Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus harapan agar kepengurusan yang baru dilantik mampu membangun kepemimpinan yang progresif dengan mengedepankan kerja bersama, kolaborasi, serta keberlanjutan gerakan organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Rifqi Aunur Rahman, menyampaikan bahwa pelantikan tidak semestinya dimaknai hanya sebagai agenda seremonial. Menurutnya, pelantikan merupakan wujud persatuan dan kolaborasi antar-IMM Komisariat se-UHO. Ia berharap kepengurusan yang telah dilantik mampu membangun kerja kolektif serta menjalankan berbagai program kerja yang telah disusun selama satu periode kepengurusan.
Sementara itu, Wa Ode Safarni, yang mewakili IMM Komisariat se-UHO, menyampaikan bahwa amanah kepengurusan yang diterima merupakan tanggung jawab yang akan dioptimalkan melalui kerja bersama seluruh pengurus komisariat.
Ia juga mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir dinamika organisasi IMM di lingkungan UHO sempat mengalami pasang surut. Namun, menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari perjalanan sebuah organisasi. Hal terpenting saat ini adalah bagaimana menjaga semangat kader agar tetap menyala dan tidak padam dalam menjalankan amanah organisasi.
“Hari ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang akan kami optimalkan bersama pengurus komisariat melalui kerja-kerja kolektif. Tidak bisa dipungkiri, komisariat yang tersebar di Universitas Halu Oleo beberapa waktu belakangan ini sedikit redup. Tetapi saya rasa, begitulah dinamika sebuah organisasi. Yang terpenting sekarang, kami akan terus menjaga api semangat agar tidak pernah padam untuk menjalankan amanah ini, agar IMM UHO bisa progresif sesuai dengan tema yang diangkat pada pelantikan hari ini,” ujarnya.
Dalam sambutannya yang mewakili Pimpinan Cabang IMM Kota Kendari, Azman turut menyampaikan apresiasi terhadap semangat kader IMM Komisariat se-UHO yang terus berupaya menjalankan roda organisasi. Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat mengoptimalkan peran dan tanggung jawabnya sehingga aktivitas organisasi tidak berhenti pada momentum pelantikan semata.
Menurutnya, pelantikan harus menjadi titik awal untuk menjalankan berbagai agenda dan program kerja yang telah dirancang, sekaligus menjadi ruang bagi kader untuk terus berproses dan memberikan kontribusi bagi perkembangan IMM.
Sementara itu, Askal Tampo dan Ketua DPD IMM Sulawesi Tenggara, Alim Amry Nusantara, yang merupakan kader yang pernah berproses di IMM UHO, turut membagikan refleksi perjalanan mereka dalam organisasi. Keduanya mengingat kembali sekitar delapan tahun lalu ketika mereka juga dilantik sebagai pengurus IMM Komisariat di Universitas Halu Oleo.
Perjalanan tersebut, menurut mereka, menjadi bagian dari proses panjang dalam berorganisasi. Berbekal kecintaan dan pengabdian terhadap IMM, proses kaderisasi terus mereka jalani hingga kemudian mendapat amanah di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulawesi Tenggara.
Mereka menekankan bahwa IMM merupakan salah satu ruang yang relevan bagi mahasiswa untuk terus belajar, menempa diri, membangun kapasitas kepemimpinan, serta mengembangkan kemampuan dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Pelantikan IMM Komisariat se-UHO tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi momentum pergantian dan pengukuhan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan kaderisasi dan dinamika organisasi. Dengan semangat kepemimpinan progresif dan gerakan kolektif, kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga keberlanjutan roda organisasi, memperkuat kolaborasi antarkomisariat, serta menerjemahkan amanah kepengurusan melalui kerja nyata selama satu periode ke depan.(redaksi).
