KENDARI, SULTRA ,KABENGGA.ID– Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Kendari mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara untuk mencopot Kapolsek Kolono.

Desakan itu buntut dari lambannya penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa kader Muhammadiyah asal Kota Kendari. Hingga lebih dari satu bulan, pelaku lain yang diduga terlibat belum juga ditangkap.

Ketua Umum PC IMM Kota Kendari Dirman mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan kinerja Polsek Kolono.

“Kasus ini sudah lebih dari satu bulan. Pelaku lain yang melakukan pengeroyokan secara bersama-sama belum ditangkap. Ada apa dengan Polsek Kolono?” tegasnya dalam keterangan pers, Selasa (3/11/2026).

Kasus dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu, 20 September 2026 di kawasan fasilitas publik Pelabuhan Feri Amolengo – Labuan, Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara.

Korban yang merupakan kader Muhammadiyah asal Kota Kendari diduga dikeroyok oleh sejumlah orang di lokasi tersebut.

PC IMM menilai, lambannya proses hukum ini mencederai rasa keadilan dan mencerminkan ketidakseriusan aparat di tingkat Polsek dalam menangani laporan masyarakat.

Sebagai bentuk kekecewaan dan protes, PC IMM Kota Kendari menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi.

“Kami akan turun aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk solidaritas terhadap kader dan desakan agar Polda Sultra segera mengambil alih kasus ini dan mengevaluasi Kapolsek Kolono,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Kolono dan Polres Konawe Selatan belum memberikan keterangan resmi.(Redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *