Bombana, 2 April 2026 — Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pelajar Indonesia Bombana (IMPIB) Kendari menyampaikan sikap tegas dan kritis atas keluhan masyarakat terkait dugaan tidak maksimalnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Informasi yang beredar di media mengenai seorang pasien korban kecelakaan lalu lintas yang diduga tidak segera memperoleh penanganan medis yang layak menjadi perhatian serius. Kejadian ini dinilai sebagai cerminan lemahnya sistem kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Ketua Umum IMPIB Kendari, Nurul Latifa Musfa, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan, khususnya pada situasi darurat, tidak boleh diwarnai oleh kelambanan maupun ketidaksiapan. Setiap keterlambatan dalam penanganan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar bagi keselamatan pasien.
“Peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai hal yang lumrah. Ada tanggung jawab besar yang melekat pada setiap tenaga kesehatan dan institusi pelayanan. Dalam kondisi darurat, kecepatan dan ketepatan adalah keharusan, bukan pilihan,” tegasnya.
IMPIB Kendari mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana untuk segera melakukan langkah korektif yang nyata, termasuk investigasi menyeluruh terhadap dugaan kelalaian serta evaluasi mendalam terhadap sistem pelayanan yang berjalan. Proses ini harus dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menjawab keresahan masyarakat.
Lebih lanjut, IMPIB Kendari menilai perlunya pembenahan sistemik yang mencakup peningkatan kompetensi dan kedisiplinan tenaga kesehatan, penguatan standar operasional prosedur, serta optimalisasi layanan kegawatdaruratan yang siaga selama 24 jam tanpa kompromi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kepentingan masyarakat, IMPIB Kendari akan terus mengawal perkembangan isu ini hingga terdapat perbaikan yang konkret dan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan di daerah.
“Kami berharap kejadian ini menjadi titik evaluasi serius agar pelayanan kesehatan benar-benar mampu hadir secara sigap, profesional, dan berpihak pada keselamatan masyarakat,” tutupnya.(redaksi).
