KOLUT – KABENGGA.ID ll Saat warga Kolaka Utara (Kolut) masih berjuang di tengah himpitan ekonomi, Pemerintah Kabupaten justru menggelontorkan Rp1,741 miliar hanya untuk menyewa 65 mobil pejabat selama tiga bulan.
Kebijakan itu sontak menuai kecaman publik, yang menilai Pemkab lebih memanjakan pejabat ketimbang memikirkan kebutuhan dasar masyarakat.
Meski begitu, kuasa hukum Pemkab Kolut, Ferry Ashari, SH, berdalih bahwa sewa kendaraan merupakan langkah efisiensi anggaran. Menurutnya, membeli mobil baru justru lebih boros karena menimbulkan biaya perawatan, pajak, dan asuransi.
“Dengan sewa, Pemda hanya bayar sesuai kebutuhan. Tidak ada beban depresiasi maupun biaya jangka panjang,” ujarnya.
Alasan itu tak cukup meredam kritik. Publik menilai miliaran rupiah yang dihabiskan untuk kenyamanan pejabat adalah bukti jauhnya prioritas pemerintah dari kondisi rakyat yang makin terhimpit.
Sewa kendaraan ini dituangkan dalam surat bernomor 000.7/1628/2025, ditandatangani Sekda Kolut, dan ditujukan kepada PT Serasi Autoraya (TRAC) di Makassar.(redaksi).
